SIAPA "SAHABAT RAKYAT" DAN BAGAIMANA MEREKA MEMUSUHI KAUM SOSIAL DEMOKRAT

(Jawaban terhadap artikel-artikel Russkoye Bogatstvo yang memusuhi kaum Marxis)

V.I. Lenin (1894)


LAMPIRAN III

Ketika saya berbicara tentang pemahaman yang sempit terhadap Marxisme itu, maka yang saya maksudkan itu adalah orang-orang Marxis itu sendiri. Orang tidak dapat tidak pasti akan menyatakan dalam hubungan ini bahwa Marxisme pasti akan diputarbalikkan dan dipersempit dengan cara yang paling kejam ketika kaum radikal dan kaum liberal kita harus menjelaskannya di halaman-halaman pers resmi kita. Alangkah hebatnya penjelasan ini! Bayangkan saja bagaimana doktrin revolusioner ini harus dipotong-potong agar supaya cocok dengan landasan hantam kromo dari sensor Rusia! Meskipun demikian, para penerbit kita dengan senang hati melaksanakan pekerjaan itu! Marxisme, demikian mereka menjelaskannya, secara praktis telah merosot menjadi doktrin tentang bagaimana hak milik perorangan, yang didasarkan pada tenaga kerja pemiliknya, mengalami perkembangan dialektisnya di bawah sistem kapitalis, bagaimana semuanya itu berubah menjadi negasinya, dan kemudian disosialisasikan. Dan dengan wajah yang serius, mereka menganggap bahwa seluruh kandungan Marxisme itu terletak dalam "pola" ini, dengan mengabaikan semua sifat khas dari metode sosiologinya, doktrin perjuangan kelas, dan tujuan langsung dari penelitiannya, yaitu, untuk mengungkap semua bentuk antagonisme dan eksploitasinya agar supaya dapat membantu proletariat untuk menghapusnya. Sehingga tidak mengherankan apabila hasilnya menjadi begitu muram dan sempit sehingga kaum radikal kita terus saja menyayangkan kaum Marxis Rusia yang menyedihkan itu. Kita pun seharusnya demikian juga! Para penganut absolutisme Rusia dan kaum reaksioner Rusia tidak akan menjadi penganut absolutisme dan menjadi reaksioner apabila ada kemungkinan, sementara mereka masih ada, untuk memberikan penjelasan yang penuh, akurat, dan sempurna tentang Marxisme, dengan mengajukan kesimpulan-kesimpulannya tanpa syarat! Dan, apabila kaum radikal dan kaum liberal kita itu tahu tentang Marxisme sebagaimana mestinya (walau pun hanya dari literatur yang berbahasa Jerman), maka pastilah mereka akan malu memutarbalikan yang sedemikian itu dalam halaman-halaman dari pers yang disensor itu. Apabila sebuah teori tidak dapat dijelaskan — maka diamlah, atau berikanlah cadangan karena Anda pasti akan memberikan penjelasan itu secara jauh dari sempurna, karena Anda pasti akan kehilangan sifat-sifatnya yang paling penting. Tetapi, mengapa Anda hanya menjelaskan sepotong-sepotong saja, dan kemudian berteriak-teriak dengan menuduhnya berpandangan sempit?

Sesungguhnya, hal itu merupakan satu-satunya penjelasan yang mustahil, yang hanya mungkin terjadi di Rusia, sehingga orang dapat dianggap Marxis meskipun tidak memiliki ide tentang perjuangan kelas, tentang antagonisme yang pasti ada di dalam masyarakat kapitalis, dan tentang perkembangan dari antagonisme ini. Begitu juga dengan orang yang tidak punya ide tentang peranan revolusioner kaum proletariat, bahkan orang yang tampil dengan proyek-proyek borjuisnya yang murni, selama di dalamnya terkandung kata-kata slogan seperti "ekonomi uang," "keharusan," dan ungkapan-ungkapan yang serupa, yang semuanya itu memerlukan kedalaman inteletualnya, sehingga Tuan Mikhailovsky pun harus dianggap sebagai orang Marxis yang istimewa.

Marx, sebaliknya, justru menganggap seluruh nilai teorinya itu terletak pada kenyataan bahwa teori itu "pada hakekatnya kritis [1] dan revolusioner." [103] Dan, sifat yang belakangan ini memang benar-benar secara penuh dan tanpa syarat telah menjadi watak dari Marxisme itu, karena teori ini secara langsung menetapkan sendiri tugasnya untuk mengungkap semua bentuk antagonisme dan eksploitasi di masyarakat modern, dengan menelusuri evolusinya, menunjukkan watak tidak kekalnya, tak terelakkannya transformasi ke bentuk yang berbeda, sehingga dengan demikian dapat digunakan oleh kaum proletariat sebagai alat untuk mengakhiri semua eksploitasi itu secepat dan semudah mungkin. Daya tarik yang tak dapat ditolak dari teori ini, dan yang mengumpulkan kaum sosialis dari seluruh dunia itu, terletak secara tepat pada kenyataan bahwa teori ini menggabungkan sifatnya yang sangat ketat dan sangat ilmiah itu (sehingga menjadi kata terakhir dalam ilmu pengetahuan sosial) dengan sifatnya yang revolusioner. Teori ini tidak menggabungkan semuanya itu secara kebetulan dan tidak hanya karena pendiri doktrin ini telah menggabungkan di dalam dirinya sendiri semua sifat yang harus dimiliki oleh seorang ilmuwan dan seorang revolusioner, tetapi, hal itu pada hakekatnya memang tidak dapat dipisahkan. Bukankah hal ini sudah merupakan suatu kenyataan bahwa tugas dari teori ini, dan tujuan dari ilmu pengetahuan itu, sudah ditentukan di sini sebagai pembantu bagi kelas yang tertindas dalam  perjuangan ekonomi yang sebenarnya.

"Kita tidak mengatakan kepada dunia: Berhentilah berjuang — seluruh perjuangan kalian tidak ada gunanya. Karena yang kita lakukan hanyalah memberikan slogan perjuangan yang sebenarnya." [104]

Oleh karena itu, tugas langsung dari ilmu pengetahuan, menurut Marx, adalah memberikan slogan perjuangan yang sebenarnya, yaitu, harus mampu menampilkan perjuangan ini secara objektif sebagai produk dari suatu sistem hubungan produksi yang pasti, harus mampu memahami keharusan dari perjuangan ini, termasuk kandungan, arus, dan kondisi perkembangannya. Memang tidak mungkin kita dapat  memberikan "slogan perjuangan" apabila kita tidak mempelajari setiap bentuk terpisah dari perjuangan itu secara rinci. Apabila kita tidak menelusuri setiap tahap dari perjuangan itu selama transisinya dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Sehingga kita dapat menentukan situasinya pada setiap saat tertentu, tanpa harus kehilangan arah terhadap watak umum dari perjuangan ini beserta tujuan umumnya, yaitu, penghilangan sama sekali untuk yang terakhir kalinya terhadap semua eksploitasi dan semua penindasan.

Cobalah untuk membandingkan teori Marx yang "kritis dan revolusioner" itu dengan sampah tidak menarik yang dijelaskan oleh "tokoh terkenal kita," Tuan N. K. Mikhailovcky, dalam tulisannya "kritik," dan yang kemudian benar-benar ia perjuangkan, sehingga Anda akan terkejut karena ternyata benar-benar ada orang yang . . . . menganggap dirinya sebagai "ahli ideologi rakyat pekerja," dan membatasi dirinya . . . . pada "sisi uang logam yang telah usang" itu sehingga para penerbit kita dapat mentransformasikan teori Marxis dengan melenyapkan segalanya yang penting.

Cobalah untuk membandingkan tuntutan teori ini dengan literatur Narodnik kita, yang, bagaimana pun juga, juga didesak oleh keinginan untuk menjadi juru bicara ideologi rakyat pekerja, yaitu, literatur yang mengkhususkan diri pada sejarah serta pada keadaan yang sekarang dari sistem ekonomi kita pada umumnya dan terutama kaum tani, sehingga Anda akan terkejut karena kaum sosialis ternyata dapat dipuaskan dengan teori yang membatasi dirinya sendiri pada tugas mempelajari dan melukiskan penderitaan itu dan memoralisasikannya. Demikianlah, perhambaan tidak dilukiskan sebagai bentuk pasti dari organisasi ekonomi yang menimbulkan terjadinya eksploitasi seperti itu, dan kelas-kelas yang antagonistis seperti ini, serta sistem politik, hukum, dan lain-lainnya yang tertentu, tetapi hanya sebagai penyalahgunaan oleh kaum tuan tanah dengan ketidakadilannya terhadap kaum tani. Reformasi sekarang ini pun dilukiskan bukan sebagai benturan dari bentuk-bentuk ekonomi tertentu dan kelas-kelas ekonomi tertentu, tetapi sebagai langkah yang diambil oleh penguasa, yang telah "memilih" suatu "jalan yang keliru" karena khilaf, meskipun mereka punya maksud yang paling baik. Rusia Pasca-Reformasi dilukiskan sebagai suatu penyimpangan dari jalan yang benar, yang disertai dengan penderitaan rakyat pekerja, dan bukannya sebagai sistem yang pasti dari hubungan produksi yang antagonistis dengan suatu perkembangan yang tertentu.

Akan tetapi, sekarang, tidak dapat disangsikan lagi bahwa teori ini telah didiskreditkan, dan, semakin cepat kaum  sosialis Rusia menyadari bahwa dengan tingkat pengetahuan yang sekarang ini tidak akan ada terori revolusioner yang terpisah dari Marxisme, maka akan semakin cepat pula mereka mencurahkan segala usahanya untuk menerapkan teori ini di Rusia, baik secara teoritis maupun secara praktis — karena akan semakin pasti dan semakin cepat pula jadinya keberhasilan pekerjaan revolusioner itu.

Untuk memberikan ilustrasi yang jelas dari kejahatan yang diakibatkan oleh "para sahabat  rakyat" di dalam "pikiran Rusia yang kurang" sekarang ini karena himbauan mereka kepada kaum inteligensia untuk menggunakan pengaruh budayanya pada "rakyat" itu sehingga dapat "menciptakan" suatu industri yang layak dan nyata, dsb., dsb. — maka marilah kita mengutip pendapat rakyat yang mempunyai pandangan yang sangat berbeda dengan kita, yaitu, "kaum Narodopravtsi," yaitu, keturunan segera dan langsung dari kaum Narodovoltsi. Lihat pamflet, Masalah Mendesak, 1894, yang diterbitkan oleh partai Narodnoye Pravo.

Setelah memberikan bantahan yang bagus sekali terhadap jenis kaum Narodnik yang mengatakan bahwa "bagaimana pun juga, bahkan tidak dalam kondisi kebebasan yang luas sekali pun, Rusia harus melepaskan organisasi ekonominya, yang menjamin (!) rakyat pekerja dengan suatu tempat yang bebas dalam produksi," dan bahwa "yang kita perlukan bukanlah reformsi politik, tetapi reformasi ekonomi yang terencana dan sistematis," dan Narodopravtsi pun melanjutkannya dengan berkata:

"Kita bukannya para pembela kaum borjuasi, apalagi pengagum terhadap apa yang dianggapnya ideal, tetapi apabila nasib jahat harus menghadapkan rakyat untuk memilih antara 'reformasi ekonomi terencana' di bawah perlindungan Zemsky Nachalniks yang dengan tekunnya menjaganya dari gangguan kaum borjuasi, atau kaum borjuasi itu sendiri dengan dasar kebebasan politik, yaitu, di bawah kondisi yang menjamin rakyat suatu pertahanan yang terorganisir dari berbagai kepentingan mereka — maka kita berpendapat bahwa rakyat jelas akan memeproleh keuntungan dengan memilih yang belakangan. Pada saat ini, kita tidak mempunyai "reformasi politik" yang mengancam untuk mencabut orang dari organisasi ekonomi bebas yang gadungan atau palsu itu. Apa yang benar-benar kita miliki adalah apa yang oleh orang di mana-mana biasa dianggap sebagai kebijakan borjuis, dan yang diungkapkan dalam eksploitasi yang paling kotor terhadap tenaga kerja rakyat. Kita tidak memiliki kebebasan yang lebar maupun yang sempit. Apa yang benar-benar kita miliki adalah perlindungan dari berbagai kepentingan kelas sosial, di mana para pendukung program agraria dan kaum kapitalis dari negara-negara konstitusional telah tidak lagi memimpikannya. Kita tidak punya 'parlementarianisme borjuis' — sehingga masyarakat tidak diijinkan ada di tempat yang dapat dijangkau oleh tembakan meriam mesin administrasi. Apa yang benar-benar kita miliki adalah Tuan-Tuan Naidenovs, Morozovs, Kazis dan Byelovs, yang menuntut agar supaya Tembok Besar Tiongkok juga dibangun untuk melindungi berbagai kepentingan mereka, secara berdampingan dengan para wakil dari 'kaum bangsawan setia kita,' yang selama ini menuntut kredit bebas buat diri mereka sendiri sebanyak 100 rubel untuk setiap desiatin tanahnya. Mereka ini diundang untuk duduk dalam berbagai komisi. Mereka ini juga didengar suaranya dengan rasa hormat. Karena mereka memiliki suara yang menentukan dalam berbagai persoalan besar yang dapat mempengaruhi kehidupan ekonomi negeri ini. Meskipun demikian, siapa yang akan berdiri untuk membela kepentingan rakyat, dan di mana? Bukan merekakah, kaum Zemsky Nachalnik itu? Bukan untuk rakyatkah pasukan tenaga kerja pertanian itu diproyeksikan itu? Tidakkah baru saja dideklarasikan, dengan keterus-terangan yang berbatasan dengan sinisme, bahwa satu-satunya alasan untuk memberikan jatah tanah kepada rakyat itu adalah untuk membuat mereka mampu membayar pajak dan mampu pula melakukan pelayanan, seperti yang dinyatakan oleh Gubernur Vologda dalam salah satu surat edarannya? Ia hanya merumuskan dan menyatakan dengan keras kebijakan yang secara fatal dikejar oleh para penganut otokrasi, atau, lebih tepatnya, oleh para penganut absolutisme birokrasi."

Meskipun demikian, betapa pun masih samar-samarnya pikiran kaum Narodopravtsi ini, baik tentang "rakyat," yang berbagai kepentingannya ingin mereka bela, maupun tentang "masyarakat," yang terus mereka anggap sebagai organ yang dapat dipercaya untuk melindungi berbagai kepentingan tenaga kerja, namun orang memang harus mengakui bahwa formasi partai Narodnoye Pravo itu sudah merupakan satu langkah maju, yaitu, satu langkah maju untuk meninggalkan sama sekali ilusi dan impian tentang "jalan yang berbeda untuk tanah air," untuk secara tanpa takut-takut lagi mengakui jalan yang nyata, dan untuk mencari unsur-unsur yang berbasiskan mereka dalam suatu perjuangan revolusioner nanti. Di sini kita dengan jelas dapat melihat suatu usaha yang keras untuk membentuk sebuah partai demokratik. Saya hanya berbicara tentang suatu "usaha yang keras," karena, sayangnya, kaum Narodopravtsi tidak melaksanakan tesis dasar mereka secara konsisten. Mereka bahkan masih berbicara tentang penggabungan dan aliansi dengan kaum sosialis, serta tidak mau menyadari bahwa untuk menarik para pekerja hanya ke dalam radikalisme politik saja itu akan sama artinya dengan memutuskan para intelektual pekerja itu dari massa para pekerjanya dan juga akan sama artinya dengan memaksa gerakan kelas pekerja menjadi impoten atau tidak berdaya. Karena gerakan itu hanya akan dapat menjadi kuat dengan membela berbagai kepentingan kelas pekerja secara penuh dan dengan berbagai cara, dengan melibatkan diri dalam perjuangan ekonomi melawan modal, yaitu, suatu perjuangan yang secara tak terpisahkan terikat dengan perjuangan politik melawan para pelayan modal. Mereka tidak mau menyadari bahwa "penggabungan" semua unsur yang revolusioner itu dapat menjadi jauh lebih baik dicapai melalui organisasi yang terpisah dari para wakil yang mewakili berbagai kepentingan yang berbeda itu [2] dan melalui aksi bersama dari dua partai dalam berbagai kasus tertentu. Mereka masih saja menyebut partai mereka sebagai partai "sosial revolusioner" (lihat Manifesto partai Narodnoye Pravo, tertanggal 19 Pebruari 1894), meskipun pada waktu yang sama mereka membatasi diri mereka hanya pada reformasi politik dan secara sangat hati-hati menghindari berbagai persoalan sosialis kita yang "terkutuk." Sebuah partai yang begitu bersemangatnya menyatakan perang terhadap berbagai ilusi haruslah tidak mengambil ilusi orang lain dengan kata-kata pertama itu sendiri dalam "manifesto"-nya. Partai ini seharusnya juga tidak berbicara tentang sosialisme yang hanya bersifat konstitusionalisme itu. Meskipun demikian, saya ulangi, orang tidak dapat membentuk penilaian yang tepat terhadap kaum Narodopravtsi kecuali apabila orang ingat bahwa mereka ini berasal dari kaum Narodovoltsi. Oleh karena itu, haruslah diakui bahwa mereka telah satu langkah maju dengan mendasarkan dirinya hanya pada perjuangan politik saja — yang tidak ada hubungannya dengan sosialisme — dan hanya dengan program politik saja. Kaum Sosial Demokrat dengan sepenuh hati menginginkan suksesnya kaum Narodopravtsi ini, dan menginginkan tumbuh dan berkembangnya partai mereka, sehingga mereka dapat membentuk ikatan yang lebih erat dengan unsur-unsur sosialnya yang mendasarkan pendiriannya pada sistem ekonomi yang sekarang [3] dan yang kepentingan sehari-harinya benar-benar terikat secara paling erat dengan demokrasi.

Sebaliknya, paham Narodisme yang bersifat pendamai, pengecut, pemimpi, dan sentimental dari "para sahabat rakyat" itu tidak akan tahan lama ketika diserang dari kedua belah pihak: yaitu, oleh kaum radikal politik yang mampu mengungkapkan keyakinannya di dalam birokrasi dan yang tidak menyadari tentang mutlak perlunya perjuangan politik; dan oleh kaum Sosial Demokrat yang berusaha untuk menampilkan dirinya nyaris sebagai kaum sosialis, meskipun mereka sedikit pun tidak punya hubungan dengan sosialisme dan sedikit pun juga tidak curiga pada masalah penindasan terhadap rakyat pekerja atau pada watak perjuangan kelas yang sekarang sedang berjalan.

 


Catatan

[1] Perhatikan bahwa Marx sedang berbicara di sini tentang kritik materialis, yang itu saja sudah ia anggap sebagai ilmiah — yaitu, kritik yang membandingkan fakta-fakta politik, hukum, sosial, konvensional, dan fakta-fakta lainnya, dengan ilmu ekonomi, dengan sistem hubungan produksi, dengan berbagai kepentingan dari berbagai kelas, yang secara tak terelakkan telah terbentuk di atas dasar dari semua hubungan sosial yang antagonistis. Bahwa hubungan sosial di Rusia yang antagonistis itu memang nyaris tak dapat disangkal lagi. Meskipun demikian, belum ada orang yang berusaha untuk memakai semuanya itu sebagai dasar untuk membuat kritik seperti itu.

[2] Mereka sendiri melakukan protes terhadap kepercayaan pada kekuatan pembuatan mukjizat dari kaum inteligensia dan mereka sendiri berbicara tentang perlunya menarik rakyat itu sendiri ke dalam perjuangan itu. Hanya saja, semuanya ini memerlukan perjuangan yang dikaitkan dengan kepentingan sehari-hari tertentu dan, sebagai akibatnya, suatu pembedaan harus dilakukan di antara berbagai kepentingan yang berbeda itu, dan semuanya itu secara terpisah ditarik masuk ke dalam perjuangan . . . . Akan tetapi, apabila berbagai kepentingan yang terpisah ini dikaburkan oleh tuntutan politik semata sehingga hanya kaum inteligensia saja yang akan dapat memahaminya, maka apakah hal ini akan berarti memutar ke belakang lagi, dan akan membatasi segala sesuatunya pada perjuangan kaum inteligensianya saja, yang impotensinya atau ketidakberdayaannya sudah diakui?

[3] (Yaitu, sistem kapitalis) — dan bukan dengan harus menolak sistem ini dan melancarkan perjuangan secara kejam terhadapnya.

[103] Lihat Kata sambutan untuk edisi kedua Jilid Satu dari karya K. Marx, Das Kapital (K. Marx, Das Kapital, Jilid I, Moskow, 1959, hal. 20).

[104] Lenin mengutip dari surat Marx kepada Ruge (bulan September 1843). Kutipan yang lebih lengkap dari surat ini akan dapat dijumpai di hal. 184-85 dari jilid ini.


DAFTAR ISI