Selebaran May Day Lenin: Hari Libur Buruh Satu May

V.I. Lenin (1896)


Pertama kali diterbitkan: 19 April [1 Mei] 1896, sebagai sebuah selebaran yang dicetak oleh Serikat Perjuangan Emansipasi Kelas Buruh

Penerjemah: Ted Sprague (1 Mei 2014)

Sumber:Lenin’s May Day Leaflet: The Workers Holiday – May First”, Lenin Internet Archive


Kamerad! Mari kita cermati kondisi kehidupan kita; mari kita perhatikan lingkungan di mana kita menghabiskan hari-hari kita. Apa yang kita lihat? Kita bekerja keras; kita menciptakan kekayaan yang tak terhingga, emas dan kain-kain mahal, kain brokat dan beludru; kita menggali biji besi dan batu bara dari perut bumi; kita membangun mesin-mesin, kapal-kapal, istana-istana, rel-rel kereta api. Semua kekayaan dunia diciptakan oleh tangan kita, dihasilkan oleh keringat dan darah kita. Dan apa imbalan yang kita terima dari kerja keras kita? Bila dunia ini adil kita seharusnya tinggal di rumah-rumah yang baik, mengenakan pakaian yang bagus, dan setidaknya tidak kekurangan roti sehari-hari. Tetapi kita tahu terlalu baik bahwa upah kita jarang sekali mencukupi kehidupan kita. Majikan kita menekan gaji, memaksa kita untuk bekerja lembur, dan dengan semena-mena mendenda kita. Dalam kata lain, mereka menindas kita dengan segala cara, dan bila kita tidak puas mereka dengan segera memecat kita. Lagi dan lagi kita menemukan bahwa mereka-mereka yang seharusnya melindungi kita adalah teman dan kacung dari majikan kita. Kita, kaum buruh, dibodohkan, tidak diberikan pendidikan, supaya kita tidak dapat belajar untuk berjuang memperbaiki kondisi kita. Mereka merantai kita, memecat kita dengan alasan yang paling kecil, menangkap dan mengasingkan siapa pun yang melawan penindasan ini, melarang kita untuk berjuang. Kebodohan dan rantai ini – ini adalah cara bagaimana kaum kapitalis dan Pemerintah, yang selalu melayani mereka, menundukkan kita.

Apa yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kondisi kita, menaikkan upah kita, memperpendek hari kerja kita, melindungi diri kita dari perlakuan sewenang-wenang, membaca buku-buku yang mendidik dan berguna. Semuanya menentang kita – para majikan (karena semakin kita miskin, semakin kaya mereka), dan semua kacung mereka, semua yang mencari nafkah dari bayaran kaum kapitalis dan yang menuruti perintah kaum kapitalis untuk membodohkan kita dan merantai kita. Kita tidak boleh berpaling pada orang lain untuk membantu kita; kita hanya dapat mengandalkan diri kita sendiri. Kekuatan kita terletak pada persatuan kita. Keselamatan kita terletak pada perlawanan kita yang tersatukan, keras kepala, dan enerjetik terhadap penindas kita. Mereka telah lama memahami sumber kekuatan kita, dan telah berusaha dengan berbagai cara untuk memecah belah kita, dan mencegah kita untuk memahami bahwa kita kaum buruh memiliki kepentingan yang sama. Mereka memotong upah, tidak secara serentak terhadap semua buruh, tetapi satu per satu. Mereka menempatkan para mandor di atas kita, mereka memperkenalkan kerja borongan; dan, sambil tertawa bagaimana kita kaum buruh bekerja keras, menurunkan gaji kita sedikit demi sedikit. Tetapi ini adalah jalan panjang yang tidak ada titik baliknya. Ketabahan itu ada batasnya. Satu tahun terakhir kaum buruh Rusia telah menunjukkan kepada para majikan mereka bahwa ketertundukan dapat berubah menjadi keberanian dari orang-orang yang tidak mau tunduk lagi pada kesewenang-wenangan kaum kapitalis yang serakah meraup kerja yang tidak terbayar.

Di berbagai kota sejumlah pemogokan telah terjadi; di Yaroslavl, Taikovo, Ivanovo-Voznesensk, Belostok, Vilna, Minsk, Kiev, Moskow, dan kota-kota lain. Mayoritas pemogokan ini berbuah kemenangan bagi para buruh, tetapi bahkan pemogokan-pemogokan yang gagal hanya tampaknya saja gagal. Pada kenyataannya pemogokan-pemogokan ini sungguh membuat para majikan ketakutan, membuat mereka rugi besar, dan memaksa mereka untuk memberikan sejumlah konsesi karena takut akan pemogokan yang baru. Para inspektur pabrik juga mulai sibuk dan melihat balok kayu di mata kaum kapitalis.[1] Mereka buta sampai ketika mata mereka dibuka oleh para buruh yang menyerukan mogok. Kapan memangnya para inspektur pabrik menggubris kesewenang-wenangan di pabrik-pabrik milik orang-orang berpengaruh seperti Tuan Tornton atau para pemegang saham pabrik Putilov.

Di kota St. Petersburg juga kita membuat onar terhadap para majikan. Pemogokan para penenun di pabrik milik Tn. Tornton, para buruh rokok di pabrik-pabrik Laferm dan Lebedev, para buruh di pabrik sepatu, agitasi di antara buruh di pabrik-pabrik Kenig dan Varonin, dan di antara para buruh pelabuhan, dan akhirnya keributan-keributan baru-baru ini di Sestroretsk telah membuktikan bahwa kita telah berhenti menjadi martir yang tunduk, dan telah mengambil jalan perjuangan. Seperti yang diketahui dengan baik, kaum buruh dari banyak pabrik telah mengorganisir “Serikat Perjuangan Emansipasi Kelas Buruh”, dengan tujuan mengekspos semua tindakan sewenang-wenang, menghapus mismanajemen, melawan penindasan kejam dari para penindas kita yang tak berhati nurani, dan mencapai kebebasan penuh dari cengkeraman mereka. “Serikat” ini menyebarkan selebaran, dan melihat ini para majikan dan kacung-kacung setia mereka gemetaran ketakutan. Bukan selebaran yang membuat mereka takut, tetapi kemungkinan terjadinya perlawanan yang bersatu dan pertunjukan kekuatan kita yang besar, yang telah kita tunjukkan kepada mereka lebih dari sekali. Kami buruh St. Petersburg, anggota dari “Serikat” mengundang kawan-kawan buruh kita yang lainnya untuk bergabung dengan “Serikat” kita dan mendorong persatuan kaum buruh dalam memperjuangkan kepentingan mereka. Sudah waktunya bagi kita kaum buruh Rusia untuk menghancurkan rantai yang digunakan kaum kapitalis dan Pemerintah untuk mengekang kita. Sudah waktunya bagi kita untuk bergabung dengan perjuangan saudara-saudara kita, kaum buruh di negeri-negeri lain, untuk berdiri bersama-sama dengan mereka di bawah panji yang sama, dimana tertulis: Buruh Sedunia, Bersatulah!

Di Prancis, Inggris Raya, Jerman, dan negeri-negeri lain, ketika para buruh telah bersatu di serikat-serikat yang kuat dan telah memenangkan banyak hak, mereka telah menetapkan 19 April (atau 1 Mei di luar negeri) [Sebelum Revolusi Oktober penanggalan Rusia telat 13 hari di belakang penanggalan Eropa Barat] sebagai hari libur Buruh.

Dengan meninggalkan pabrik-pabrik yang menyesakkan nafas mereka, mereka berbaris rapi, dengan spanduk-spanduk di jalan-jalan utama kota; menunjukkan kepada para bos-bos mereka seluruh kekuatan mereka yang sedang tumbuh; mereka berkumpul di rapat-rapat akbar, dimana pidato-pidato disampaikan yang bercerita mengenai kemenangan-kemenangan mereka di tahun sebelumnya, dan mengindikasikan rencana-rencana perjuangan di masa depan. Karena takut akan pemogokan, tidak ada satu pun pemilik pabrik yang mendenda buruh karena absen kerja hari ini. Pada hari ini, kaum buruh mengingatkan para bos mereka akan tuntutan utama mereka: delapan jam hari kerja – 8 jam kerja, 8 jam tidur, dan 8 jam istirahat. Ini adalah tuntutan yang diajukan oleh para buruh dari negeri-negeri lain. Ada saat, dan tidak begitu lama yang lalu, ketika mereka, seperti kita sekarang, tidak punya hak untuk mengajukan tuntutan-tuntutan mereka. Tetapi mereka, dengan perjuangan yang keras kepala dan pengorbanan-pengorbanan yang besar, telah memenangkan untuk diri mereka sendiri hak untuk mendiskusikan bersama masalah-masalah buruh. Kita mengirimkan salam terbaik kita kepada saudara-saudara kita di negeri-negeri lain, supaya perjuangan mereka dapat segera membawa mereka ke kemenangan yang diinginkan, ke masa depan dimana tidak akan ada lagi tuan dan budak, kapitalis dan buruh, tetapi semua bekerja dan semua menikmati hidup.

Kamerad! Bila kita berjuang untuk bersatu dengan bersemangat dan sepenuh hati, maka waktunya tidak akan terlalu jauh di depan ketika kita, setelah mengkonsolidasikan kekuatan kita, dapat secara terbuka bersatu dalam perjuangan bersama kaum buruh di seluruh negeri, tanpa perbedaan ras dan iman, melawan kaum kapitalis seluruh dunia. Dan tangan kita yang kuat akan kita angkat tinggi-tinggi dan rantai perbudakan ini akan hancur. Kaum buruh Rusia akan bangkit, dan kaum kapitalis dan Pemerintah, yang selalu melayani dan membantu kaum kapitalis, akan gemetar ketakutan!

19 April [1 Mei], 1896

Serikat Perjuangan Emansipasi Kelas Buruh

[1] Merujuk pada kitab Matius 7:3, “Mengapa kamu melihat serpihan kayu di mata saudaramu, tetapi tidak melihat balok kayu yang ada di matamu sendiri?