Pidato Kawan Sukatno

(Sekretaris Umum DPP Pemuda Rakyat)

Sumber: Bintang Merah Nomor Special Jilid II, Dokumen-Dokumen Kongres Nasional Ke-VI Partai Komunis Indonesia, 7-14 September 1959. Yayasan Pembaruan, Jakarta 1960.


KAWAN-KAWAN yang tercinta,

Sungguhlah tepat apa yang dikemukakan dalam Laporan Umum CC mengenai pekerjaan massa daripada Partai kita, bahwa bekerja di kalangan massa pemuda pada waktu sekarang adalah salah satu pekerjaan terpenting dari Partai. Partai kita masih menghadapi banyak masalah yang harus dipecahkan dan pekerjaan-pekerjaan yang harus diperbaiki. Tetapi kami percaya bahwa setelah Kongres kita yang bersejarah sekarang ini berhasil menjawab semua persoalan rakyat dan tanah air kita dalam tingkat revolusi sekarang, maka tidak ada lagi keragu-raguan bahwa pekerjaan Partai di kalangan massa pemuda Indonesia akan menjadi lebih baik dan berhasil. (tepuk tangan). Antusiasnya massa pemuda pekerja Indonesia, anggota-anggota Pemuda Rakyat dan badan pimpinan Pemuda Rakyat dari berbagai tingkatan dalam menyambut dan mengikuti Kongres Nasional ke-VI Partal Komunis Indonesia sejak persiapannya adalah bukti tentang semakin tingginya harapan pemuda Indonesia terhadap Partai kita dan memandang PKI sebagai pembela hari depannya yang paling terpercaya.

Pendukung militan politik anti-imperialis dan jembatan pelaksanaan politik front persatuan nasional

Sejarah gerakan revolusioner rakyat kita membuktikan, bahwa pemuda Indonesia adalah kekuatan anti-kolonialisme yang besar dan militan. Meletusnya Revolusi Agustus 1945 ditandai oleh tampilnya ke depan pemuda bersama seluruh rakyat secara heroik dalam perjuangan bersenjata Rakyat Indonesia. Dan segera pula gerakan pemuda tertarik menjadi kekuatan yang militan dalam perjuangan rakyat melaksanakan semboyan Partai untuk membatalkan KMB dan merebut Irian Barat, setelah Hatta berhasil menyelewengkan jalannya revolusi dan ia bertekuk lutut di hadapan kaum imperialis. Juga di dalam menghadapi intrik-intrik baru kaum imperialis yang mendalangi gerakan fasis kontra-revolusioner yang berupa kudeta-kudeta dewan-dewan partikelir, diktator militer “PRRI”-Permesta atau diktator perseorangan Achmad Husein-Simbolon-Sumual, pemuda Indonesia dengan tegas memihak demokrasi dan Republik. (tepuktangan). Meskipun pada mulanya ada sekagian pemuda yang terpikat oleh semboyan-semboyan palsu yang muluk-muluk dari “PRRI”-Permesta, tetapi pemuda-pemuda progresif di Sumatera dan Sulawesi Utara di bawah pimpinan Partai Komunis Indonesia telah memberikan teladan yang sangat mengilhami gerakan pemuda di seluruh tanah air, bagaimana seharusnya pemuda Indonesia bersikap menghadapi kaum fasis yang menginjak-injak demokrasi dan kepentingan-kepentingan Republik.

Aksi-aksi pemuda yang antusias dan patriotik mempunyai pengaruh yang baik sebab ia bersifat menyatukan secara luas kekuatan-kekuatan nasional. Dengan tidak menghiraukan agitasi-agitasi anti-Komunis dan pemimpin-pemimpin Masyumi dan PSI, pemuda-pemuda yang memang menurut pembawaannya bersifat maju, bersama-sama Pemuda Rakyat telah melancarkan bermacam-macam aksi anti-imperialisme selama tahun-tahun belakangan ini, seperti aksi-aksi ambil alih perusahaan-perusahaan Belanda, perjuangan merebut kembali Irian Barat, dan ketika kaum imperialis Amerika Serikat hendak melakukan intervensi terhadap Republik pada saat memuncaknya pemberontakan kontra-revolusioner “PRRI”-Permesta, massa pemuda dan berbagai aliran dan kepercayaan telah mendemonstrasikan kebulatan persatuan yang sangat mengilhami. (tepuk tangan).

Kaum reaksi pernah menggunakan peristiwa Hongaria tahun 1956 sebagai senjata untuk memecah-belah persatuan nasional. Tetapi semangat anti-imperialisme yang kuat dan rasa simpati yang sedang tumbuh terhadap Sosialisme telah menggagalkan maksud-maksud kotor kaum reaksi. Kaum reaksi mencoba menyelenggarakan suatu demonstrasi anti-Uni Soviet di Bandung dengan membawa-bawa soal Hongaria, tetapi pemuda dan Rakyat Bandung, kota Asia-Afrika yang anti-imperialis itu, tidak hanya menggagalkannya tetapi mengubahnya menjadi demonstrasi memukul DI-TII. (tepuk tangan). Di hadapan pemuda Indonesia, anti-Komunisme adalah senjata yang tumpul di tangan reaksi. (tepuk tiangan). Dengan pengalaman ini semua membuktikan bahwa politik front persatuan nasional anti-imperialisme menemukan kekuatan yang besar dalam gerakan pemuda Indonesia, menemukan kedudukan yang mempersatukan massa pemuda secara luas dan mempertinggi kesedaran politiknya.

Di samping mempunyai semangat anti-imperialisme, pemuda-pemuda Indonesia juga mempunyai semangat cinta-damai dan solidaritas internasional yang tinggi. Semangat Bandung, semangat solidaritas anti-kolonialisme Asia-Afrika menguasai hati pemuda-pemuda kita, dan merupakan faktor pendorong penting bagi berhasilnya Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika di negeri kita. Faktor ini pulalah yang telah melumpuhkan usaha kaum imperialis Amerika dengan menggunakan kaum reaksi di negeri kita untuk menggagalkan Konferensi Pemuda Asia-Afrika yang sukses di Kairo yang lalu. Pemuda-pemuda Indonesia selalu ambil bagian dalam festival-festival pemuda sedunia, yang telah memperkuat persahabatan pemuda sedunia dan memperkuat front internasional melawan bahaya perang. Semuanya ini tak dapat dipisahkan dan adanya gerakan rakyat yang demokratis yang kuat di bawah pimpinan Partai kita. Dan sekarang dengan suksesnya Kongres kita ini, perspektif perjuangan pemuda Indonesia menjadi makin terang. (tepuk tangan).

Menarik pemuda dalam gerakan 6:4

Agak berbeda dengan luasnya gerakan pemuda Indonesia mendukung politik anti-imperialisme, maka politik anti-feodal dan Partai masih belum cukup kita tanamkan di dalam gerakan pemuda Indonesia. Pekerjaan Partai untuk menarik massa pemuda tani ke dalam gerakan revolusioner masih banyak yang harus diperbaiki, dan demikian juga halnya dengan pekerjaan memimpin Pemuda Rakyat di desa-desa. Sisa-sisa feodalisme masih merupakan gunung penindasan yang menindih nasib dan aspirasi yang adil dari bagian terbesar pemuda Indonesia, dan membikinnya dalam keadaan terbelakang dalam lapangan ekonomi dan kebudayaan. Dan oleh karena itu pemuda-pemuda tani Indonesia juga kekuatan yang militan seperti yang dibuktikan dalam perjuangan menumpas banditisme gerombolan DI-TII. Jadi jelaslah bahwa politik agraria Partai yang revolusioner dan politiknya yang tegas untuk membasmi DI-TII sepenuhnya menjawab hasrat pemuda-pemuda tani.

Di bawah pimpinan Partai, Pemuda Rakyat membangkitkan pemuda secara luas menyokong perjuangan kaum tani di Wates yang dengan gigih mempertahankan tanah garapan dan melawan traktor-traktor HVA. Begitu juga pada waktu menghadapi traktor maut Tanjungmorawa. Rapat-rapat umum dan pertemuan-pertemuan pemuda yang melahirkan petisi-petisi atau resolusi-resolusi menyokong perjuangan kaum tani dan memprotes politik menteri-menteri reaksioner pembela modal imperialis, telah merupakan sumbangan yang tidak kecil dalam ikut serta menarik kekuatan-kekuatan demokratis di negeri kita terhadap perjuangan yang demokratis dari kaum tani. Di kabupaten Bandung umpamanya, dalam aksi-aksi kaum tani untuk mempertahankan tanah garapan dan untuk pembagian hasil panen yang layak antara penggarap dan tuan tanah, anggota-anggota Pemuda Rakyat berdiri di barisan depan menghadapi tukang-tukang pukul yang dikerahkan oleh tuan tanah. (tepuktangan).

Pengalaman-pengalaman itu semua merupakan alasan yang kuat mengapa Partai kita menaruh kepercayaan kepada pemuda Indonesia bahwa daripadanya akan lahir kekuatan-kekuatan yang antusias dan aktif di dalam mengibarkan panji-panji 6:4, panji-panji perjuangan buruh tani menuntut pembagian hasil panen minimum 6 bagian untuk penggarap dan maksimum 4 bagian untuk tuan tanah.

Mengembangkan penerimaan ide Sosialisme di kalangan pemuda

Pekerjaan Partai di kalangan pemuda adalah penting dalam keadaan sekarang, tetapi juga sangat penting untuk tujuan jangka panjang dari Partai, untuk Sosialisme. Betapa banyaknya orang non-Komunis sekarang membicarakan — ia malahan menganjurkan — Sosialisme sebagai jalan keluar dan jalan mati kapitalisme di Indonesia. Naluri pemuda yang ingin mengetahui segala yang baru, juga merupakan sasaran yang penting bagi anjuran-anjuran Sosialisme itu. Bersamaan dengan itu sudah semakin banyak pemuda-pemuda kita dalam tahun-tahun belakangan ini melihat dengan mata kepala sendiri Sosialisme di dalam praktek di negeri-negeri sosialis, semuanya ini membikin lebih luas penerimaan ide Sosialisme dalam pikiran manusia-manusia muda Indonesia. Memang harus diakui bahwa Partai masih belum cukup banyak mendorong dan mengorganisasi kesempatan supaya praktek Sosialisme yang ditangkap oleh mata pemuda-pemuda itu dipublikasi, diceramahkan, dan diteruskan kepada massa pemuda baik di kota maupun di desa-desa. Bukankah kenyataan-kenyataan itu merupakan besi berani yang daya tariknya menggetarkan kalbu pemuda, yaitu bahwa di bawah Sosialisme di URSS 3.300.000 siswa-siswa pendidikan kejuruan menerima segala kebutuhannya sebagai pemuda sepenuhnya dan negara, tiap tahun sejumlah 5.600.000 kanak-kanak menikmati istana-istana musim panas dan perkampungan-perkampungan darmawisata yang diselenggarakan oleh negara, dan Sosialisme telah merangsang otak yang cerdas dan kemauan yang ulet pemuda menciptakan kota-kota baru di padang Siberia. (tepuk tangan). Di Tiongkok sosialis 120 juta pemuda telah ikut menanam pohon menciptakan hutan di daerah-daerah tandus, 70 juta pemuda desa menciptakan 400 juta ton lebih rabuk dalam kampanye menimbun rabuk, dan disamping itu sampai tahun 1956 sejumlah 2.500.000 buruh muda menerima gelar-gelar ahli dalam pendidikan keahlian yang secara intensif diselenggarakan oleh negara. (tepuk tangan). Demikianlah pula kenyataan-kenyataan yang hidup di negeri-negeri sosialis lainnya.

Sebaliknja pengaruh kaum nihilis yang umumnya diwakili dalam sikap politik dan pandangan hidup kaum sosialis kanan di negeri kita telah merosot martabatnya. Kaum nihilis ialah mereka yang sudah kehilangan harga diri, meremehkan kemampuan rakyat dan sepenuhnya menjual diri kepada kaum imperialis. Pandangan hidup yang vulgar dan ke Amerika-amerikaan dari kaum sosialis kanan mencoba mengorup daya pikir dan moral pemuda. “Filsafat puas-puaskanlah hidup hari ini — soal besok adalah besok” yang tidak ada sangkut-pautnya dengan Sosialisme dan yang semula mendapat “pasaran cross-boys” di sementara lingkungan kecil pemuda-pemuda kita, kian hari kian tidak laku.

Tetapi menjelaskan tentang Sosialisme dengan tidak menjelaskan peranan kelas proletar Indonesia dan dengan tidak menghubungkannya dengan perjuangan praktis pemuda sekarang, bisa menimbulkan ilusi-ilusi yang tidak objektif. Pekerjaan di lapangan pendidikan pemuda untuk mempertinggi tingkat politiknya dan kebudayaannya adalah sangat penting. Tidaklah cukup secara sederhana saja menjelaskan Sosialisme hanya di dalam hal hapusnya hak milik perseorangan atas alat-alat produksi dan menggantinya dengan hak milik sosialis, tanpa mendidik pemuda untuk mengetahui tentang peranan perjuangan kelas di samping mendidik mereka mencintai ilmu dan memiiki ilmu yang bisa membangkitkan semua sumber kekayaan alam Indonesia.

Di depan Presiden Soekarno pada Hari Ulang tahun ke-XIV Republik Indonesia, para pelajar atas nama pelajar sekolah lanjutan seluruh Indonesia minta dididik tentang Sosialisme a la Indonesia. Partai harus menjawab ini dengan memperbaiki pekerjaannya di kalangan pelajar-pelajar Indonesia, yaitu mendidik mereka supaya jangan mengasingkan diri dari perjuangan politik untuk kemerdekaan nasional yang penuh, dan bersamaan dengan itu berusaha untuk menjadikan mereka pemuda Indonesia yang berilmu, berbadan sehat dan berjiwa gembira. Dengan semboyan menari dan menyanyi, semangat belajar yang baik dan persatuan harus ditanamkan di dalam dada pemuda-pemuda pelajar kita, untuk menjadi milik yang paling berharga dan masa depan tanah air dan Rakyat Indonesia yang maju dan makmur.

Di samping itu kami ikut menggarisbawahi betapa perlunya secara aktif menarik pemuda ke dalam gerakan untuk membangun Regu-Regu Kerja bakti dan meluaskan organisasi serta kegiatan Koperasi-Koperasi Rakyat pekerja. Gerakan ini akan merupakan pendidikan ideologi dan politik yang sangat penting bagi pemuda. Pengalaman yang memang masih perlu diperbaiki dan dikembangkan lebih luas lagi selama ini dapatlah disimpulkan, bahwa kegiatan kerja bakti di kalangan pemuda dan pelajar Indonesia mempunyai perspektif yang sangat positif. Ia mempunyai perspektif mempersatukan pemuda dalam semangat gotong royong, menanamkan patriotisme, menanamkan rasa cinta kerja produktif, membikin badan sehat dan menghubungkan pemuda-pemuda pelajar dengan rakyat pekerja. Sedangkan mengenai kegiatan koperasi, kecuali menjadi elemen yang tak mementingkan diri sendiri di dalam Koperasi-koperasi Rakyat pekerja, pemuda dan pelajar harus didorong untuk mengorganisasi dirinya dalam Koperasi-koperasi di kalangannya sendiri, untuk sekedar memenuhi kebutuhan kesejahteraan dan meningkatkan kebudayaannya.

Memperbaiki pekerjaan Pemuda Rakyat,

meneruskan pelaksanaan 4 syarat pokok

Dalam melaksanakan tugas politiknya Partai mendapatkan pembantu yang setia dan tepercaya yaitu Pemuda Rakyat. (tepuk tangan). Sejak dilaksanakannya Koreksi Djalan Baru Kawan Musso, tanpa reserve Pemuda Rakyat menerima dan menjalankan politik PKI. Pemuda Rakyat telah merupakan barisan cadangan yang militan dari Partai, merupakan tempat persemaian yang subur bagi tenaga-tenaga yang aktif ikut memberi sumbangan dalam pekerjaan pembangunan dan perluasan organisasi Partai. Dan dimasukkannya masalah hubungan Pemuda Rakyat dengan Partai ke dalam Konstitusi baru seperti yang telah disahkan oleh Kongres ini, pasti akan membikin Pemuda Rakyat sebagai pembantu yang setia dan terpercaya dan Partai menjadi barisan cadangan yang lebih kreatif.

Untuk menjadikan Pemuda Rakyat pembantu yang setia dan tepercaya dan PKI, Pemuda Rakyat harus meneruskan pelaksanaan 4 syarat pokok, yang ringkasnya ialah untuk tetap setia pada cita-cita Revolusi Agustus 1945, meluaskan organisasi dan menjadikan anggotanya berjuta-juta, memiliki ilmu pengetahuan yang cukup dan mempelajari prinsip-prinsip fundamental Marxisme-Leninisme, dan mengembangkan aktivitas olah raga dan kesenian untuk hidup sehat dan gembira. Dengan diilhami oleh ke-4 petunjuk itu Pemuda Rakyat telah merupakan elemen yang aktif menyambut Konsepsi Presiden Soekarno, aktif dalam gerakan massa menyambut kembali ke Undang-undang Dasar 45, aktif dalam gerakan merebut Irian Barat, melawan kegiatan-kegiatan subversif kaum imperialis dan Kuomintang dan lain-lainnya.

Di dalam pendidikan Pemuda Rakyat telah berhasil melaksanakan 2 angkatan Sekolah Pusat dan kursus-kursus singkat di Sekolah-sekolah Provinsi. Dari sini telah berhasil di mobilisasi kader-kader untuk membantu perlawanan pemuda revolusioner di daerah-daerah pemberontakan kontra revolusioner “PRRI”-Permesta di Sumatera dan Sulawesi Utara. Di lapangan olah raga dan kesenian berbagai aktivitas dan inisiatif segar telah dilancarkan, di antaranya pengorganisasian Pekan Olah raga ke-I di Cimahi pada tahun 1958, yang mendorong dipopulerkannya kegiatan olah raga di kalangan massa pemuda. Akan tetapi dengan rasa tanggung jawab yang besar kami mengakui, bahwa semua aktivitas itu masih belum bisa dikonsolidasi dengan baik oleh Pemuda Rakyat, karena masih adanya kelemahan yang agak menonjol di lapangan organisasi. Pekerjaan tekun yang berupa pekerjaan sehari-hari dalam lapangan pendidikan, organisasi dan ideologi, dan selanjutnya kegiatan untuk memenuhi kegemaran pemuda dan menjawab permintaan-permintaan pemuda yang mendesak masihlah banyak kekurangan-kekurangannya.

Dalam pada itu bimbingan Partai terhadap Pemuda Rakyat dan untuk membantu mengatasi kelemahan-kelemahannya itu, yang tidak boleh mengurangi sifat berdiri sendiri dan organisasi Pemuda Rakyat, haruslah diberikan titik berat pada pekerjaan pendidikan, terutama pendidikan teori Marxisme-Leninisme. Selanjutnya Partai tidak boleh henti-hentinya menekankan bahwa memiliki teori Marxisme-Leninisme bagi kader-kader Pemuda Rakyat adalah berarti membikin dirinya menjadi “ahli-ahli” tentang suka duka massa pemuda, mampu menyelami perasaan-perasaannya, kegemaran dan kebiasaan-kebiasaan mudanya, mengenal lebih baik tentang dirinya sendiri, disamping dengan tepat merumuskan tuntutan-tuntutan politiknya. Dengan bimbingan Partai pendidikan Marxisme-Leninisme harus mendorong Pemuda Rakyat melaksanakan bekerja tekun yang baik, hingga dengan demikian setiap aktivitas Pemuda Rakyat bisa dikonsolidasi dan hasil-hasilnya bisa dikembangkan. Dengan bimbingan Partai, Pemuda Rakyat harus menjadi elemen yang sungguh-sungguh dalam gerakan memerangi subjektivisme yang nampak menonjol dalam kehidupan pimpinan Pemuda Rakyat di segala tingkatan. Hanya dengan itu pimpinan Pemuda Rakyat bisa berpandangan luas terhadap kemungkinan-kemungkinan organisasinya, Iebih erat hubungannya dengan massa pemuda, memenuhi tuntutan massa dan tuntutan situasi. Ke jurusan ini pekerjaan Partai memimpin Pemuda Rakyat harus lebih diintensifkan, di samping harus memperbaiki dan memperluas pekerjaan Partai di berbagai lapangan kepemudaan, seperti pendidikan kanak-kanak progresif, kepanduan, keolah-ragaan, kesenian, sinoman, rekreasi, perkampungan pemuda dan lain-lain.

Kami percaya dengan penuh keyakinan, bahwa dengan pendidikan ideologi kelas buruh yang diberikan oleh Partai secara intensif, dengan pengawasan yang mesra berdasarkan kasih sayang proletariat Indonesia terhadap generasi yang sedang menatap masa depan, pemuda Indonesia pasti memiliki hari esok yang bahagia. (tepuk tangan). Dengan hasil-hasil Kongres sekarang marilah kita dukung pimpinan Partai kita membikin Pemuda Rakyat beranggota berjuta-juta, menjadikannya jembatan yang lebih kuat dan lebar dalam pekerjaan Partai di kalangan massa pemuda, menarik pemuda Indonesia lebih militan dalam perjuangan untuk kemerdekaan, untuk Demokrasi dan Kabinet Gotong-Royong, untuk perdamaian dunia. (tepuk tangan).