Sosialisme Hari Ini

dan Hari Esok Bangsa-bangsa

Depagitprop CC PKI


Sumber: Sosialisme Hari Ini dan Hari Esok Bangsa-Bangsa

Penerbit: Pustaka Marxis 1 , Depagitprop CCPKI, Jakarta 1963.


Pesan Tertulis CC PKI Kepada Kongres Ke X Partai Komunis Italia

Comite Central Partai Komunis Indonesia telah menyampaikan pesan tertulis kepada Kongres Kongres Ke-10 Partai Komunis Italia yang diadakan dari tanggal 2-8 Desember 1962.

 

Selengkapnya pesan tersebut yang ditandatangani oleh Ketua CC PKI D. N. Aidit berbunyi sebagai berikut:

“Kawan-kawan yang tercinta!

Comite Central Partai Komunis Indonesia, atas nama kaum Komunis dan rakyat pekerja Indonesia dengan ini kami menyampaikan salam sehangat-hangatnya serta mengharapkan segala yang baik dan sukses-sukses yang sebesar-besarnya berhubung dengan Kongres Ke-10 Partai Komunis Italia.

Kongres kawan-kawan akan menganalisa dan menarik kesimpulan-kesimpulan mengenai perubahan-perubahan yang timbul dalam keadaan internasional maupun dalam negeri, akan mengambil putusan-putusan yang penting untuk lebih memperkuat dan membaharui Partai kawan-kawan sebagai suatu kebutuhan yang mutlak untuk dapat membawa kelas buruh dan gerakan demokratis Italia senantiasa maju terus dari kemenangan yang satu ke kemenangan yang lain.

Kaum Komunis dan rakyat pekerja Indonesia senantiasa mempunyai respek yang besar serta menilai tinggi perjuangan yang tegas yang dilakukan oleh kaum buruh dan kaum tani serta lapisan-lapisan demokratis lainnya di Italia yang menentang kekuasaan monopoli untuk menggulingkannya. Kami mengikuti dengan gembira dan bangga pemogokan-pemogokan yang besar di kota-kota Italia dan aksi-aksi lainnya yang dilakukan oleh kaum buruh untuk perbaikan nasib, kebebasan dan hak-hak buruh. Kami mengikuti dengan gembira dan bangga aksi-aksi kaum tani untuk pelaksanaan undang-undang yang demokratis di bidang pertanian, untuk perubahan-perubahan agraria. Kami mengikuti dengan gembira dan bangga perjuangan yang dilakukan oleh segenap kekuatan demokratis di Italia melawan politik bangkrut kaum reaksioner Italia, melawan kekuasaan politik dan ekonomi yang berada dalam tangan kaum monopoli tidak saja untuk pelaksanaan tuntutan-tuntutan praktis tetapi juga untuk perkembangan yang benar-benar demokratis bagi Italia.

Rakyat Indonesia dan Rakyat Italia mempunyai musuh yang sama, yaitu kaum imperialis yang dewasa ini dijagoi oleh kaum imperialis Amerika Serikat. Rakyat Indonesia dan Rakyat Italia mempunyai tujuan yang sama yaitu membangun masyarakat baru yang merdeka, yang bebas dari penghisapan atas manusia oleh manusia.

Setelah masalah pemasukan kembali Irian Barat ke dalam kekuasaan Republik Indonesia pada pokoknya sudah terpecahkan, maka dewasa ini Rakyat Indonesia sedang melakukan perjuangan yang sengit untuk menanggulangi kesulitan-kesulitan ekonomi, melawan intrik-intrik kaum imperialis untuk membikin Indonesia tetap tergantung pada mereka, tunduk serta mengikuti politik mereka yang jahat. Rakyat Indonesia sekarang sedang sengit-sengitnya melawan manipulasi kaum kapitalis birokrat, yaitu parasit-parasit negara yang perbuatannya mencocoki keinginan-keinginan serta kepentingan-kepentingan kaum imperialis. Dengan pengembangan lebih lanjut front nasional yang luas berporoskan Nasakom, dengan terus menggalang serta memperkuat front persatuan anti-imperialis dan anti-feodal dan dengan sokongan teguh dari rakyat progresif dan cinta damai di seluruh dunia, termasuk Rakyat Italia yang heroik, Rakyat Indonesia yakin sepenuhnya bahwa tujuan mereka untuk mencapai Indonesia yang merdeka penuh dan demokratis pasti akan tercapai, dan bahwa imperialisme dan feodalisme akan terusir untuk selama-lamanya dari bumi Indonesia.

Kawan-kawan yang tercinta!

Pernyataan Wakil-Wakil 81 Partai Komunis dan Buruh tahun 1960 menegaskan bahwa imperialisme Amerika Serikat adalah musuh utama dari rakyat di seluruh dunia yang berjuang untuk kemerdekaan, demokrasi, perdamaian dunia, dan Sosialisme. Imperialis adalah imperialis. Betapa tidak! Selama masih terdapat imperialisme maka terdapat pula bumi bagi perang agresif, bagi perang dunia baru. Kaum imperialis AS melakukan agresi yang bertujuan tidak lain untuk menghancurkan kemerdekaan sebuah negeri kecil di lautan Karibia, Kuba, negeri yang pertama yang menegakkan Sosialisme di benua Amerika. Mereka berdaya upaya mencekik leher Kuba dengan blokade mereka, dengan tindakan-tindakan bajak laut mereka guna menghancurkan kehidupan Rakyat Kuba yang peramah dan gagah berani itu, yang mereka anggap berdosa besar hanya karena Rakyat Kuba ingin mengurus keamanannya sendiri, membela kedaulatannya sendiri, mempertahankan sistem politik dan sosial yang telah mereka pilih sendiri, membangun kehidupan yang sesuai dengan hasrat-hasratnya sendiri. Kaum imperialis AS belakangan ini makin kurang ajar tindakan-tindakannya. Tetapi Rakyat Kuba di bawah pimpinan Kawan Fidel Castro tidak membungkukkan badan dan takluk pada keinginan-keinginan rakus AS. Rakyat Kuba mendapat simpati dan solidaritas segenap kekuatan progresif di seluruh dunia, terutama Kubu Sosialis dan rakyat-rakyat A-A-A. Mereka ini berpendirian bahwa nasib Rakyat Kuba, kemerdekaan negerinya, kedaulatan tanah airnya, dan hari depannya ditentukan oleh Rakyat Kuba sendiri, tidak oleh Amerika Serikat atau pihak manapun lainnya di dunia. Rakyat Kuba sendiri di bawah pimpinan Partainya yang Marxis-Leninis yang akan menetapkan secara tepat strategi dan taktik revolusinya.

Kaum imperialis mencoba-coba untuk merusak solidaritas dan persatuan Asia-Afrika. Dengan meniup-niup sovinisme, mereka berusaha untuk terus mengobarkan pertempuran-pertempuran di perbatasan India-Tiongkok. Mereka berhasil memikat borjuasi India untuk mengobarkan histeria perang di bawah pemerintahan Nehru yang banyak digembar-gemborkan dengan politik non-alignmentnya, tetapi yang kini ternyata bahwa politiknya itu adalah politik non-alignment yang aligned, politik non-alignment yang bangkrut. Tetapi solidaritas Asia-Afrika pasti akan dapat mengatasi setiap perpecahan yang timbul di dalam barisannya, sinar cahaya semangat Bandung tidak akan dapat dipadamkan dari hati sanubari Rakyat-rakyat Asia-Afrika yang telah bertekad bulat untuk membangun kemerdekaan dan perdamaian di negerinya maupun di dunia.

Kawan-kawan yang tercinta!

Kita hidup dalam zaman sekaratnya imperialisme, tetapi dimana imperialisme dengan Amerika Serikat sebagai biang keladinya masih bisa menimbulkan keonaran-keonaran dan bencana-bencana. Adalah mutlak bagi kita semua untuk menanggulangi segala ini, untuk senantiasa menjaga persatuan rakyat kita, persatuan kelas buruh kita, persatuan gerakan Komunis sedunia, sebagai biji mata kita sendiri. Adalah mutlak untuk senantiasa menjaga kemurnian Marxisme-Leninisme, melawan revisionisme modern klik Tito yang mengkhianati Marxisme-Leninisme, memisahkan negerinya dari kubu sosialis dan menempatkannya pada kedudukan tergantung pada apa yang dinamakan “bantuan” dari kaum imperialis Amerika Serikat dan imperialis-imperialis lainnya, melakukan kegiatan-kegiatan subversif terhadap gerakan Komunis sedunia, serta melawan sektarisme dan dogmatisme sebagai jaminan terpokok bagi terpeliharanya Persatuan Rakyat, Persatuan Kelas Buruh, Persatuan Gerakan Komunis sedunia itu.

Mari terus maju menggempur imperialisme, benteng agresi dan penindasan, sumber peperangan dan ketegangan-ketegangan internasional, untuk kemerdekaan, demokrasi, perdamaian dunia dan Sosialisme!

Hidup Partai Komunis Italia dan Rakyat Italia yang heroik!

Hidup Persahabatan antara Rakyat Indonesia dan Rakyat Italia!

Hidup Marxisme-Leninisme!

Hidup perjuangan untuk kemerdekaan, demokrasi, dan Perdamaian Dunia!

Persetan kaum provokator perang.”