Diktatur Demokrasi Rakyat

Mao Zedong (30 Juni 1949)


Sumber: Penerbit ABAD BARU, SURABAYA – INDONESIA, 1950

Kontributor: Nouval Merdeka


Kata Pengantar

Pada tanggal 1 juli 1949 Partai Komunis Tiongkok ( Kungchantang ) memperingati hari berdirinya yang ke-28. Mao Tje Tung sebagai ketua dari Kungchantang telah mengupas sejarah Kungchantang dan menjelaskan kebijakan politik selanjutnya yang akan di-ikuti oleh Kungchantang. Dalam pidato ynag bersejarah ini dan diadakan di Peking, Kawan Mao telah menegaskan apa artinya “Demokrasi Rakjat”. Bagi setiap orang yang hendak mempelajari Tiongkok modern dan ingin mengerti apakah artinya “Demokrasi Rakjat”, pidato dari Kawan Mao itu ada sangat penting artinya. Pidato itu disalin kira-kira sebagai berikut:

Pada tanggal 1 Juli 1949 Partai Komunis Tiongkok Telah berdiri 28 tahun lamanya. Seperti juga manusia, Kungchantang juga mengalami waktu kanak-kanak, waktu dewasa, dan waktu menjadi orang tua. Partai Komunis Tiongkok telah meninggalkan waktu kanak-kanak, Kungchantang juga bukan seorang pemuda lagi, yang masih belum mencapai usia 20 tahun, tetapi sekarang telah mencapai usia dewasa. Tiap orang yang sudah menjadi tua, tentu saja ia mesti mati, demikian juga dengan satu Partai. Apabila Klas-Klas sudah lenyap, maka alat-alat dari perjuangan Klas --- Partai politik dan alat-alat pemerintahan --- akan kehilangan juga fungsinya dalam masyarakat. Sesudahnya mereka melaksanakan kewajiban sejarah, mereka itu lalu tidak diperlukan lagi dan lambat-laun akan lenyap. Itu-lah fase pertumbuhan lebih luhur dari umat manusia.

Partai kita menunjukkan perbedaan-perbedaan yang besar sekali dengan Partai-Partai politik dari kaum Borjuis. Mereka ini takut buat bicara tentang lenyap-nya Klas-Klas, Kekuasaan negara dan Partai-Partai politik. Sebaliknya kami secara terus terang menyatakan, bahwa kami sedang melaksanakan satu perjuangan ulat justru untuk mencapai adanya syarat-syarat, yang akan mempercepat musnah-nya semua pendirian itu. Partai Komunis dan kekuasaan negara berazas “Diktatur Demokrasi Rakjat” akan membikin hal itu. Siapa yang tidak mengakui kebenaran hal ini ia bukan seorang Komunis.

Anggota-anggota Partai yang masih muda, yang baru saja menjadi anggota dan dasar-dasar Marxisme-Leninisme belum dapat dipelajarinya,  mungkin tidak akan dapat mengerti hal itu. Mereka ini harus mengerti hal itu buat bisa mendapatkan pemandangan keadaan dunia yang jitu. Mereka harus mengerti, bahwa umat manusia harus menempuh jalan yang menyebabkan lenyapnya Klas-Klas, Kekuasaan negara dan Partai-Partai Politik; semua ini akan terjadi dan hanya tergantung soal waktu dan syarat-syaratnya saja. Orang Komunis diseluruh dunia mendapat didikan lebih baik daripada kaum borjuis. Mereka lebih mengerti hukum-hukum penciptaan dan pertumbuhan dari tiap-tiap macam keadaan. Mereka mengerti Dialektika dan melihat lebih dahulu banyak macam kejadian. Orang Borjuis tidak senang mengakui hal yang sebenarnya ini, karena mereka ti! dak mau digulingkan dari kekuasaannya oleh Rakjat.

Bagi mereka itu memang sukar dan memang tidak enak buat memikirkan, bahwa mereka-pun akan dapat digulingkan dalam cara serupa, seperti Kami sekarang telah menggulingkan kaum Reaksioner-Kuomintang dan dengan kerja bersama dengan rakyat dari berbagai negeri telah berhasil memukul Imperialisme Jepang. Kaum Buruh, Kaum Pekerja dan Orang Komunis tidak menghadapi soal keruntuhannya. Mereka menghadapi soal perjuangan hebat dan menciptakan syarat-syarat buat melenyapkan secara sewajarnya Klas-Klas., kekuasaan negara dan Partai-Partai Politik, sehingga manusia dapat melalui jalan ke Komunisme dunia.

Kami telah menerangkan disini perspektif pertumbuhan keadaan umat manusia, supaya hal-hal yang dijelaskan kemudian menjadi lebih jelas.

Partai Kami telah berusia 28 tahun. Umumnya sudah mengetahui, bahwa tahun-tahun ini tidak dilewati dalam keadaan damai. Tetapi harus dilewati dam keadaan-keadaan yang sulit. Kami mesti memberantas musuh-musuh dalam dan luar negeri, didalam dan diluar Partai. Kami menyatakan terima kasih pada Marx, Engels, Lenin dan Stalin, yang memberikan alat-alat pada kami. Alat-alat ini bukan berupa senapan mesin tapi Marxisme-Leninisme!

Lenin melukiskan dalam bukunya yang ditulis pada tahun 1920, yaitu “kekiri-kirian, penyakit kanak-kanak dari Komunisme”, bagaimana orang-orang Rusia telah menciptakan teori Revolusioner-nya. Sesudah mengalami kesulitan dan ujian selama bertahun-tahun lamanya, akhirnya mereka mencapai Marxisme. Keadaan di Tiongkok menunjukan persamaaan yang besar dengan keadaan Rusia dijaman sebelum Revolusi. Sama-sama mengalami penindasan dari kaum Feodal. Keadaan Ekonomi dan Kebudayaan Rakyat Tiongkok sama terbelakangnya dengan Rusia pada waktu itu.

Kedua negeri itu sangat terbelakang, malahan orang dapat mengatakan, bahwa Tiongkok lebih terbelakang lagi daripada Russia pada waktu itu.

Tetapi kedua negeri itu mengalami persamaan, yaitu adanya perjuangan berat dari manusia yang meinginginkan kemajuan, mencari kebenaran Revolusioner untuk mencapai Kemajuan nasional.

TIONGKOK MENTJARI DJALAN BENAR

Sesudah Tiongkok mengalami kekalahan dalam perang candu dalam tahun 1840 ( perang ini timbul, karena Inggris memaksa Tiongkok membeli candu yang di-Import oleh Inggris ) orang-orang Tionghoa, yang telah mengembara dinegeri-negeri barat untuk mencari kebenaran, telah mengalami banyak kesulitan. Hung Hsiu-chuan, Kang Yu-Wei, Yan Fu dan Sun Yat Sen adalah wakil-wakil  dari golongan yang telah berusaha keras mencari kebenaran dinegeri-negeri barat, sebelum di Tiongkok didirikan Partai Komunis. Pada waktu itu orang-orang Tionghoa, yang ingin maju, telah membaca segala macam karangan, yang memuat pelajaran-pelajaran baru dari negeri-negeri barat. Banyak orang Tionghoa talah pergi belajar di Japan, England, Amerika, Perancis dan Jerman. Mereka telah menggunakan semua kekuatannya untuk belajar dari barat.

Sistem ujian, yang diadakan untuk keperluan menjabat pangkat negeri, telah dihapuskan dan jumlah rumah sekolah lalu ditambah. Juga saya telah belajar secara sedemikian itu, waktu saya masih muda. Itu memang Kebudayaan dari demokrasi Borjuis barat atau apa yang dinamakan aliran baru, yang memperkenalkan teori-teori kemasyarakatan dan pengetahuan ilmu alam dari jaman itu dan merupaka satu pertentangan dari Kebudayaan dari Feodalisme Tiongkok atau apa yang dinamakan aliran kuno.

Sudah lama sekali orang-orang, yang telah menguasai pengetahuan baru ini, telah yakin, bahwa aliran baru itu akan menolong menyelamatkan Tiongkok. Kecuali orang-orang yang masih kokoh pada aliran kolot, pada umumnya sangat sedikit sekali wakil-wakil dari aliran baru yang masih menyangsikan hal itu. Satu-satunya kemungkinan untuk menolong Tiongkok menurut mereka itu adalah meneruskan adanya perubahan-perubahan, yang orang harus mempelajarinya diluar negeri. Pada ketika itu antara negeri-negeri asing yang maju hanya ada negara-negara Kapitalis barat. Negara-negara itu telah menciptakan negara Borjuis modern. Orang-orang Jepang telah mencapai hasil penting dengan cara dengan cara belajar dari barat. Orang-orang Tionghoa juga ingin belajar dari orang-orang Jepang. Pada waktu itu Russia bagi Tiongkok adalah suatu negeri yang terbelakang dan hanya sedikit ora! ng Tionghoa yang mau belajar dinegeri itu. Begitulah orang-orang  Tionghoa telah dapat pelajaran dari negeri-negeri asing dari tahun 1840 sehingga permulaan abad ke-20. Agressi Imperialis telah membikin kecewa mereka, yang mengharap dapat belajar banyak dari barat. Orang Tionghoa telah banyak belajar dari barat, tetapi segala, yang mereka telah pelajari, tidak dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Cita-cita mereka tidak dapat diwujudkan. Seringkali perjuangan mengalami kekalahan, antara lain gerakan nasional seperti Revolusi 1911.

Keadaan didalam negeri tiap hari tambah jelek. Timbulah keadaan-keadaan, dimana rakyat tidak dapat bertahan hidup lebih jauh. Orang semakin lama semakin menjadi ragu.

Perang dunia pertama telah menimbulkan kegemparan diseluruh dunia. Di Russia telah timbul Revolusi Oktober yang menciptakan adanya negara Sosialis Pertama. Dibawah pimpinan Lenin dan Stalin telah meletus di Russia kekuatan Revolusioner secara mendadak dari kaum Proletariat dan massa Pekerja Russia yang besar dan yang sebegitu jauh tidak dapat dilihat oleh luar-negeri dan tinggal terpendam.

Seluruh umat manusia, orang Tionghoa tidak terkecuali, telah memulai memandang orang-orang Russia dengan kacamata lain.

Baru ketika itu dimulailah zaman baru bagi orang-orang Tionghoa yang memperhatikan idiologi. Orang-orang Tionghoa itu mulai mendapat kebenaran, yang umum dan tepat dalam keadaan macam apa saja, dari pelajaran Marxisme-Leninisme dan Tiongkok lalu berubah. Orang-orang Tionghoa lalu mempelajari Marxisme dari orang-orang Russia. Sebelum ada Revolusi Oktober orang-orang Tionghoa belum pernah mendengar tentang Lenin, Stalin, tetapi juga tidak mengetahui akan adanya nama-nama seperti Marx dan Engels. Bergemuruhnya meriam-meriam dari Revolusi Oktober telah memberikan pada Tiongkok Marxsme dan Leninisme. Revolusi Oktober telah membantu kekuatan-kekuatan Progresif didunia dan juga di Tiongkok untuk melaksanakan juga pandangan dunia Proletar untuk menentukan nasib negerinya dan untuk mempelajari masalahnya sendiri.

Kesimpulan yang diambil ketika itu adalah: “Kita harus mengikuti jalan serupa seperti rakyat Russia!”

Dalam tahun 1919 diTiongkok telah timbul gerakan “4 Mei”, dan pada tahun 1921 telah didirikan Partai Komunis Tiongkok. Justru ketika Dr. SunYat Sen sedang putus harapan, timbullah Revolusi Oktober dan Partai Komunis Tiongkok dibentuk. Ia sambut Revolusi Oktober itu dengan gembira, juga bantuan Russia pada rakyat Tiongkok dan adanya kerjasama dengan Partai Komunis Tiongkok.

Dr. Sun Yat Sen meninggal dunia dan Chiang Kai Shek telah mengambil alih kekuasaan. Selama 20 tahun lamanya ia menjerumuskan Tiongkok dalam jurang kesengsaraan paling hebat. Selama periode ini dengan Uni Sovyet sebagai kekuatan utama  telah memukul hancur 3 kekuatan Fasis paling utama. Dua negeri besar Imperialis lainnya telah menjadi sangat lemah dan hanya satu negeri Imperialis besar dunia, yaitu Amerika Serikat, yang tidak mengalami kerusakan, biarpun demikian krisis di Amerika Serikat timbul sangat hebat. Amerika hendak menaklukan dunia. Dengan jalan mengirimkan alat-alat perang pada Chiang Kai Shek, Amerika Serikat telah membantu membunuh berjuta-juta rakyat Tiongkok.

Dibawah pimpinan Partai Komunis Tiongkok rakyat Tiongkok sesudah mengusir Imperialis Jepang telah melakukan perang kemerdekaan rakyat selama tiga tahun ini dan telah mencapai kemenangan-kemenangan yang besar. Dengan demikian, maka kebudayaan Borjuis barat, yaitu Demokrasi Borjuis dan Republik Borjuis, telah Faillet ( musnah ) dimata rakyat Tiongkok.

KEMENANGAN DEMOKRASI RAKYAT

Demokrasi Borjuis harus menyerahkan tempatnya pada Demokrasi Rakyat, dipimpin oleh Klas Buruh. Republik Borjuis juga harus menyerahkan tempatnya pada Republik Rakyat.

Dengan demikian terbuka kemungkinan untuk mencapai Sosialisme dan Komunisme melalui Republik Rakyat, untuk menghapuskan Klas-Klas dan untuk mencapai Komunisme dunia.

Kang Yu-Wei telah menulis satu buku tentang Komunisme dunia, tetapi Ia tidak mendapat jalan untuk mencapainya dan Ia telah tidak mampu untuk mendapatkannya.

Republik Borjuis memang ada diluar negeri, tetapi tidak mungkin dibentuk di Tiongkok, karena Tiongkok adalah satu negeri yang ditindas oleh Imperialis-Imperialis asing.

Satu-satunya jalan buat menghapuskan Klas-Klas, jalan untuk mencapai Komunisme dunia, melalui Republik Rakyat, dibawah pimpinan Klas Buruh. Segala macam jalan yang lainnya telah dicoba, tetapi selalu gagal.

Mereka yang mengikuti teori lain, telah mengalami kekalahan atau telah mengakui kesalahan-kesalahannya dan sekarang sedang merubah keyakinan mereka. Kejadian-kejadian telah berkembang dengan cepat, sehingga banyak orang tidak menyangka-nyangkanya. Keinginan orang-orang ini untuk belajar dari awal lagi sangat dapat dimengerti. Pelopor dari kaum Proletar Tiongkok telah meyakinkan Marxisme-Leninisme sesudah Revolusi Oktober dan telah membentuk Partai Komunis Tiongkok. Sesudahnya itu pelopor dari kaum Proletar Tiongkok memulai perjuangan politik dan selama 28 tahun ini telah melalui jalan yang sulit sebelum mencapai kemenangannya.

Apabila kita menyelidiki pengalaman selama 28 tahun ini seperti juga “pengalaman 40 tahun”, yang disebut dalam Testamennya Dr Sun Yat Sen, kita dapat menarik kesimpulan:

“Kita harus yakin secara betul-betul bahwa untuk mencapai kemenangan, kita harus membikin sadar massa rakyat dan harus menggabungkan diri dalam perjuangan bersama dari rakyat semua negeri, yang memperlakukan kita sebagai bangsa ( Nasion ) sederajat!”

Pemandangan hidup Dr Sun Yat Sen ada perbedaan dengan pandangan hidup kami dan Ia meninjau keadaan dari lain sudut sikap Klas untuk menentukan dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Tetapi sebegitu jauh mengenal perjuangan melawan Imperialisme pada abad ke-20 ini, Ia ternyata telah menarik kesimpulan yang pada garis besarnya ada persamaan dengan kesimpulan kami.

24 tahun setelah Dr Sun Yat Sen wafat, teori Revolusioner Tiongkok  dan prakteknya dibawah pimpinan Partai Komunis Tiongkok telah mengalami kemajuan-kemajuan hebat dan telah merubah sama sekali bentuk Tiongkok. Rakyat Tiongkok sekarang ini menguasai dua hal pokok, yaitu:

1.     Membikin aktif massa rakyat. Ini berarti mempersatukan Klas Buruh, Kaum Tani, Kaum Menengah Kecil dan Borjuis Nasional dalam satu Front Persatuan dibawah Pimpinan Klas Buruh, berdasarkan Perserikatan antara Klas Buruh dan Tani.

2.     Adanya persatuan dalam perjuangan bersama dengan negeri-negeri didunia, yang memperlakukan kita sebagai bangsa yang sederajat dan dengan rakyat dari semua negeri. Ini berarti adanya perserikatan dengan Uni Sovyet, dengan negeri-negeri Demokrasi rakyat di Eropa dan perserikatan dengan kaum Proletar dan massa rakyat dari negeri-negeri lain buat mencapai adanya Persatuan Internasional.

DJALAN KETIGA TIDAK MUNGKIN

Orang mengatakan pada kami: “Kau telah memihak pada satu pihak!”

Itu memang benar. Pengalaman 40 tahun lamanya dari Dr Sun Yat Sen dan pengalaman 28 tahun lamanya dari Partai Komunis Tiongkok telah membuat kami yakin, bahwa untuk dapat mencapai kemenangan kita harus berfihak.

Pengalaman telah membuktikan dengan tidak ada perkecualian, bahwa rakyat Tiongkok harus memilih berada di pihak Imperialisme atau berada di pihak Sosialisme. Buat berada ditengah-tengahnya tidak mungkin. Jalan ketiga tidak ada. Kita berjuang melawan Klik Reaksioner dari Chiang Kai Shek, yang memihak pada kaum Imperialis, sedang kami memilih berfihak pada Sosialisme. Bukan saja di Tiongkok, tetapi dengan tidak ada perkecualian, diseluruh dunia orang hanya dapat berpegang pada memihak Sosialisme atau Imperialisme. Netralitiet adalah satu impian belaka dan jalan ketiga tidak ada!

Orang berkata pada kami: “Kau bersikap terlalu menentang!”

Soal yang dihadapi sekarang ini ialah tindakan apa yang harus diambil terhadap kaum Reaksioner Tiongkok dan asing, yaitu berarti kaum Imperialis dan anjing-anjing penjaganya, bukan terhadap orang-orang yang lainnya. Bagi kaum Reaksioner asing dan Tiongkok, orang tidak dapat mengambil sikap menentang, sebab tidak ada menimbulkan perbedaan, karena mereka itu adalah kaum Reaksioner. Mereka hanya dapat di-isolir dengan jalan melucuti kedoknya, yang membungkus tujuan dan rencana kaum reksioner, dengan jalan berlaku waspada terus-menerus dipihaknya kaum Revolusioner dan dengan  jalan mempertinggi moral kita sendiri. Pun dengan jalan begini kaum Reaksioner dapat dikalahkan dan dipukul hancur.

Terhadap satu binatang buas orang tidak boleh memperlihatkan sikap pengecut. Kita harus belajar hal ini dari Woo Soeng ( satu dari 108 pahlawan dari buku “Sui Huo Chuan” atau semua orang adalah saudara satu sama lain ), yang telah membunuh satu macan dalam lembah Tsing Yang dengan mengguanakan tinjunya. Woo Soeng beranggapan, bahwa macan itu akan menelan orang, tidak peduli macan itu diprovokasikan untuk berbuat demikian atau tidak. jadi Ia menghadapi satu pilihan, yaitu: membunuh macan itu atau ditelan oleh macan itu.

Orang mengatakan, bahwa kita memerlukan perhubungan dagang. Ini memang benar. Perhubungan dagang  memang perlu. Kita hanya menentang kaum Reaksioner antara kalangan kita sendiri dan kaum Reaksioner asing, yang merintangi kita dalam mengadakan hubungan-hubungan dagang. Tetapi kita tidak menentang orang lain selain kaum reksioner. Kita harus mengerti, bahwa tidak ada orang lain kecuali kaum imperialis budak-budaknya – Klik Reaksioner dari Chiang Kai Shek – yang merintangi kita untuk mengadakan hubungan-hubungan dagang dan mengadakan juga hubungan diplomatik dengan negeri-negeri lain.

Orang mengatakan pada kami: “Kemenangan juga dapat dicapai dengan tidak ada bantuan internasional”. Pendapat ini tidak benar. Dalam jaman Imperialisme, Revolusi rakyat dinegeri manapun saja tidak akan bisa menang dengan tidak mendapat bantuan dari kekuatan-kekuatan Revolusioner luar negeri; juga kemenangan-kemenangan yang dicapai tidak akan dapat dipertahankan dan dikonsolidasikan, biarpun kemenangan itu sudah pasti.

Revolusi Oktober telah mendapat kemenangan dengan cara sedemikian itu dan telah dapat terkonsolidasikan, seperti yang telah dikatakan oleh Stalin. Oleh karena cara berjuang yang demikian itu, maka tiga kekuatan Imperialis telah dikalahkan dan diciptakan negeri-negeri Demokrasi Rakyat.

Keadaan sekarang ini sedemikian itu dan keadaan di kemudian hari bagi rakyat Tiongkok juga seperti itu.

Marilah kita melihat: Apabila Imperialisme Jepang tidak dikalahkan        ( dan hal yang terakhir ini bagi kita adalah hal yang sangat penting sekali artinya ), apabila Eropa tidak timbul negeri-negeri Demokrasi Rakyat, apabila tidak ada perjuangan dari mayoritas rakyat di Amerika, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Jepang dan lain-lain negeri Kapitalis melawan kalangan Reaksioner yang berkuasa  -- apabila tidak muncul salah satu dari factor-faktor ini, maka tekanan dari kekuatan-kekuatan Reaksioner Internasional tentu saja lebih hebat dari sekarang ini. Apakah dalam keadaan demikian itu kita akan bisa mendapat kemenangan? Tentu saja tidak. Dan oleh karenanya juga tidak mungkin buat mengkonsolidasikan kemenangan yang dicapai. Dalam hal i! ni rakyat Tiongkok telah mendapat banyak pengalaman. Perkataan-perkataan dari Dr Sun Yat Sen yang diucapkan sebelum Ia menutup mata, tentang persatuan dari kekuatan-kekuatan Revolusioner internasional adalah pernyataan lama dari semua pengalaman ini. Apabila kita mempersatukan semua kekuatan didalam dan diluar negeri untuk mengadakan perhubungan-perhubungan dagang  dan diplomatik berdasarkan atas perlakuan sama dan sederajat, berdasar atas saling memberi keuntungan dan saling menghormati kedaulatan atas masing-masing daerahnya dengan negeri-negeri asing.

Orang mengatakan pada kami, bahwa kita membutuhkan bantuan dari pemerintahan “Inggris dan Amerika”. Sekarang ini pernyataan demikian itu adalah pernyataan kanak-kanak, karena Amerika dan Inggris masuh dikuasai oleh kaum Imperialis. Apakah mereka itu akan membantu negara-rakyat? Apakah alasannya, apabila mereka mengadakan hubungan dagang dengan kita atau menimbang apakah mereka dikemudian hari akan memberi hutang uang dengan perjanjian yang menguntungkan kedua negeri? Alasannya tentu saja, bahwa kaum Kapitalis dari negeri-negeri ini ingin menjadi kaya. Karena kaum bankiernya ingin mendapat bunga buat mengurangi krisis dan bukan karena ingin menolong rakyat Tiongkok. Partai-partai Komunis dan Progresif di negeri-negeri itu sekarang mengadakan kampanye untuk mengadakan hubungan dagang dan diplomatik dengan rakyat Tiongkok. Aksi ini tentu saja baik. Mereka ! menolong kita dan aksi-aksi mereka tidak dapat kita samakan dengan aksi kaum Borjuis dinegeri itu.

Semasa hidupnya Dr Sun Yat Sen telah berulang-ulang meminta bantuan dari negeri-negeri Imperialis, tetapi sia-sia saja. Sebaliknya malah Ia mendapat serangan hebat. Dr Sun sekali semasa hidupnya telah mendapat bantuan internasional, dan bantuan ini datangnya dari…………Uni Sovyet. Tiap orang dapat membaca dalam testamennya. Ia menganjurkan rakyat Tiongkok, supaya tidak meminta bantuan dari negeri-negeri Imperialis dan juga Ia telah meyakinkan rakyat tentang perlunya  “Bersatu dengan rakyat diseluruh dunia, yang memperlakukan kita sebagai bangsa sederajat”. Dr Sun tentu saja mengetahui betul hal ini, karena ia sering ditipu oleh kaum Imperialis. Kita jangan lupa pesannya dan dengan demikian kita akan menjaga jangan sampai kita ditipu lagi.

Dipandang dari sudut internasional kita ini termasuk dalam Front anti Imperialis yang dipimpin oleh Uni Sovyet dan kita harus mengharapkan bantuan  yang sungguh-sungguh berdasarkan atas persahabatan dari Front ini dan jangan mengharap bantuan dari Front Imperialis!

SEBAB APA BURUH PEGANG PIMPINAN?

Orang mengatakan pada kami “Kamu orang hendak mengadakan kekuasaan diktatur!” ya, memang betul, tuan-tuan telah menebak dengan jitu! Kita memang betul-betul mengadakan kekuasaan diktatur. Pengalaman dari beberapa puluh tahun yang didapat rakyat Tiongkok, membuktikan pada kita, bahwa perlu sekali diadakan kekuasaan Diktatur Demokrasi Rakyat. Ini berarti, bahwa kaum reaksioner tidak diberi hak untuk mengutarakan pikiran dan hanya rakyat yang diberi hak untuk memilih dan hak untuk mengutarakan pikirannya.

Apakah rakyat itu? Dalam babak perjuangan sekarang ini di Tiongkok Klas Buruh, Kaum Tani, Kaum Menengah Kecil dan Borjuis nasional-lah yang merupakan rakyat mayoritas.

Dibawah pimpinan Klas Buruh dan Partai Komunis. Klas-Klas ini telah mempersatukan diri buat membentuk negaranya sendiri dan memilih pemerintahannya sendiri untuk mendirikan kekuasaan diktatur terhadap Budak-Budak kaum Imperialis – Klas kaum tanah besar dan Kaum Kapitalis Birokrasi ( orang-orang yang menimbun kekayaan sebagai pegawai negeri atau pemimpin rakyat yang menimbun kekayaan dengan jalan korupsi dan memeras rakyat ) – dan kekuasaan diktatur ini ditujukan untuk membuat mereka tidak dapat bertindak melampui batas-batas yang ditentukan. Batas-batas itu tidak boleh dilampaui dengan perbuatan dan perkataan apapun.. Apabila batas-batas yang ditetapkan itu hendak dilampaui, maka mereka itu bukan saja akan dilarang tetapi juga dapat dihukum.

Aturan demokrasi harus dilaksanakan, karena rakyat dijamin buat menggunakan hak-hak kemerdekaan berbicara, kemerdekaan berkumpul dan berorganisasi. Hak memilih dan dipilih hanya dijamin digunakan oleh rakyat, tetapi untuk kaum Reaksioner dilarang menggunakannya. Dua macam segi ini, yaitu; Demokrasi Buat Rakyat dan Diktatur Terhadap Kaum Reaksioner merupakan kekuasaan Diktatur Demokrasi Rakyat.

Kenapa harus begitu?

Ini memang sudah semestinya, karena apabila tidak demikian, Revolusi akan mengalami kekalahan, dan rakyat akan terjerumus dalam kesengsaraan dan negara rakyat akan musnah.

Orang mengatakan pada kami “Apakah kau Hendak memusnahkan kekuasaan negara?”

Ya, kami memang menghendaki. Tetapi tidak sekarang! Kami sekarang tidak dapat memusnahkan kekuasaan negara. Sebab apa? Karena Imperialisme masih merajalela, karena kaum Reaksioner Internasional masih ada dan karena didalam negara masih ada Klas-Klas.

Kewajiban kami sekarang adalah menyusun alat-alat kekuasaan negara dari negara rakyat, yaitu berarti Tentara Rakyat, Polisi Rakyat, dan Pengadilan Rakyat, yang mengurus pertahanan dan perlindungan nasional serta membela kepentingan rakyat.Ini merupakan syarat mutlak untuk menjamin kemajuan yang aman dari Tiongkok dibawah pimpinan Klas Buruh dan Partai Komunis yang menuju perubahan dari negara Agraria menjadi negara Industri, dari masyarakat Demokrasi Baru kemasyarakat Sosialis dan Komunis, menuju kearah lenyap-nya Klas-Klas dan buat mewujudkan Komunisme dunia. Tentara, Polisi, dan Hukum ( pengadilan ) adalah alat-alat yang digunakan oleh Klas Buruh untuk menindas Kaum Reaksioner. Untuk golongan yang menentang kaum Buruh, alat-alat negara adalah alat untuk menindas mereka. Memang, itu alat yang digunakan untuk memperlihatkan kekerasan dan digunakan untuk! memperlihatkan sifat yang “Lemah Lembut”.

Orang mengatakan pada kami: “Kamu orang tidak mengenal belas kasihan”. Ini memang benar! Kita menentang sikap mengenal “Belas Kasihan” terhadap kaum Reaksioner dan kita menentang keras secara tidak mengenal kasihan kepada segala macam tindakan kaum Reaksioner. Kami menunjuk-kan sikap lemah lembut dan penuh belas kasihan terutama kepada rakyat, bukan terhadap golongan Reaksioner, yang berdiri diluar rakyat. Negara rakyat membela kepentingan rakyat.

Hanya ada satu negara rakyat, rakyat dapat melaksanakan dan mewujudkan demokrasi dalam lingkungan nasional agar dapat mendidik sendiri dan meneruskan pendidikan untuk menghindari dari pengaruh golongan Reksioner dalam dan luar negeri. Pengaruh ini masih besar dan akan tetap merupakan bahaya untuk waktu yang lama, sebab tidak dapat dibasmi dengan cepat. Lebih jauh lagi kebiasaan hidup yang jelek dan idiologi-idiologi yang digunakan dalam masyarakat kuno juga tidak dapat dihilangkan pengaruhnya secara cepat, Oleh karena itu kita semua perlu berlaku waspada dan teliti, supaya tidak jalan melalui jalan yang keliru, yang ditunjuk oleh kaum Reaksioner, tetapi supaya kita selalu dapat maju terus untuk mencapai adanya masyarakat Sosialis danKomunis.

Cara-cara yang kita gunakan adalah cara-cara yang demokratis, yaitu kita berarti tidak menggunakan paksaan, tetapi berusaha untuk menumbuhkan keyakinan. Kalau orang yang melanggar hukum maka dia harus dihukum, ditangkap atau dihukum mati. Tetapi ini terjadi dalam beberapa hal saja dan berbeda jauh dengan kekuasaan diktatur yang digunakan kaum Reaksioner buat menindas kaum buruh dan Klas pekerja lainnya.

Sesudah kekuasaan politik dari kaum Reaksioner digulingkan maka Klas Reaksioner dan golongan reaksioner akan mendapat tanah, mendapat pekerjaan dan memungkinkan mendapat penghidupan yang baik dan aman, sehingga mereka mendapat kesempatan untuk mendidik diri sendiri dengan bekerja, tetapi dengan perjanjian, bahwa mereka tidak akan melakukan Pemberontakan, mengadakan Sabotase dan Pengrusakan apabila mereka menolak bekerja

Lebih jauh lagi dikalangan mereka akan diadakan Propaganda dan Pendidikan politik, seperti juga terjadi dikalangan Opsir ( Prajurit ) yang kami tahan. Dengan cara begini kita dapat meng-artikan memerintah dengan penuh “Belas Kasihan”. Tetapi cara demikian itu akan disertai paksaan terhadap Klas-Klas yang dulu bersikap bermusuhan dan tidak dapat disamakan dengan cara bekerja mendidik kalangan Rakyat Revolusioner. Melakukan pendidikan ulang kepada Klas-Klas Reaksioner hanya dapat dilakukan dibawah kekuasaan Diktatur dari Demokrasi Rakyat.

Apabila ini dapat dikerjakan dengan baik, maka Klas-Klas yang melakukan pemerasan tehadap rakyat di Tiongkok – yaitu Kaum Tuan Tanah Besar dan Klas Modal Monopoli -- akhirnya akan dapat dimusnahkan. Tentang Klas-Klas lainnya yang memeras -- Borjuis Nasional -- dapat dikatakan, bahwa kepada anggota-anggotanya pada saat ini dapat melakukan pekerjaan mendidik secara luas sekali.

Apabila Sosialisme sudah tercapai, atau dengan kata lain, apabila perusahaan-perusahaan milik perseorangan sudah dinasionalisasi, maka golongan Borjuis nasional akan dapat dididik dan mendapat pengulangan pendidikan yang lebih jauh lagi. Rakyat mempunyai alat kekuasaan negara didalam tangannya dan tidak takut akan adanya Pemberontakan dari kalangan Borjuis nasional.

Masalah yang sulit adalah mendidik Kaum Tani. Mereka ini bertempat tinggal tersebar dimana-mana. Apabila kita perhatikan pengalaman-pengalaman dari Uni Sovyet, kita dapat mengerti bahwa kita akan memerlukan banyak waktu untuk mengadakan sosialisasi pertanian. Dengan tidak adanya sosialisasi pertanian, maka sulit sekali mengadakan sistem Sosialis yang berjalan aman dan selamanya ( kekal ). Usaha sosialisasi pertanian, perlu membangun industri yang kuat dengan dipimpin perusahaan-perusahaan negara.. Diktatur Demokrasi Rakyat harus tahap demi tahap memecahkan masalah Industrialisasi dari negara. Pembicaraan saya kali ini tidak menyangkut soal-soal ekonomi, jadi saya tidak mengupas lebih jauh soal ini.

SESUAI DENGAN KEINGINAN DR. SUN

Pada tahun 1924 Konggres dari Kuomintang, yang dipimpin oleh Dr Sun Yat Sen sendiri dan turut serta dihadiri oleh Partai Komunis Tiongkok, telah menerima baik satu program pekerjaan yang paling terkenal. Dalam program ini antara lain dikatakan: “Apa yang dinamakan system demokrasi dinegara-negara modern seringkali dikuasai oleh kaum Borjuis dan digunakan untuk menindas rakyat, tetapi demokrasi dari Kuomintang adalah milik bersama dari seluruh rakyat dan bukan milik perseorangan dari satu golongan kecil”.

Terpisah dari soal siapa yang harus memegang pimpinan dan siapa yang dipimpin, demokrasi macam ini adalah cocok dengan pendirian dari politik umum dari programnya Demokrasi Rakyat atau Demokrasi Baru, tentang hal yang mana kita sekarang tengah membicarakannya. Apabila sistem negara, yang menjadi milik bersama dari seluruh rakyat dan bukan menjadi milik perseorangan dari golongan Borjuis, ditambah dengan dipimpin oleh Klas buruh, maka system negara ini adalah Diktatur Demokrasi Rakyat.

Chiang Kai Shek telah berkhianat kepada Dr Sun Yat Sen dan menggunakan kekuasaan diktatur dari kaum Kapitalis Birokrat dan Tuan Tanah Besar buat menindas rakyat Tiongkok. Ini kekuasaan Diktatur Kontra-Revolusioner telah berjalan 22 tahun lamanya dan sekarang telah digulingkan oleh rakyat Tiongkok dibawah pimpinan Partai Komunis Tiongkok.

Kaum Reaksioner asing yang mencela kami karena perkataan “diktatur” dan “totaliterianisme” adalah sama dengan orang-orang itu juga, yang menjalankan kekuasaan Diktatur dan kekuasaan dari satu Klas, yaitu Klas Borjuis terhadap kaum Proletar dan terhadap golongan-golongan rakyat lainnya. Mereka justru adalah orang-orang yang oleh Dr Sun Yat Sen dikatakan temasuk golongan Kapitalis, yang dinegeri-negeri lain menindas rakyat.

Chiang Kai Shek jadi meniru contoh dari kawan-kawan seperjuangannya dalam mengadakan kekuasaan Diktatur Kontra Revolusioner.

Tsu Hsi, seorang Philosof dalam zaman dynasty Sung menulis banyak buku dan membuat banyak pidato yang kita sudah lama lupa. Tetapi ada satu pernyataan yang kita tidak akan lupa, yaitu:  “Perlakukan orang lain seperti mereka itu memperlakukan dirimu!” Dan inilah yang kita sekarang justru lakukan, yaitu dalam arti: “Perlakukan Kaum Imperialis beserta budak-budaknya – golongan Klik Chiang Kai Shek Reaksioner – seperti mereka memperlakukan orang lain”. Tidak lebih dan tidak kurang.

Diktatur Revolusioner dan Diktatur Kontra-Revolusioner bertentangan satu sama lain, yang pertama telah menarik banyak pelajaran dari yang disebutkan belakangan. Mempelajarinya adalah satu pekerjaan yang penting, sebab apabila rakyat Revolusioner tidak mengerti betul cara-cara bekerja untuk mengendalikan kaum Kontra-Revolusioner, mereka itu akan digulingkan oleh klik kaum Reksioner Tiongkok dan Asing. Klik Reasioner di Tiongkok dan diluar negeri akan dapat menguasai Tiongkok lagi dan akan membawa penderitaan besar bagi rakyat Revolusioner.

Dasar dari Diktatur Demokrasi Rakyat adalah Perserikatan  dari Klas Buruh, Kaum Tani dan Kaum Tengah Kecil terutama perserikatan dari Kaum Buruh dan Kaum Tani, karena mereka ini merupakan 80%--90% dari Rakyat Tiongkok.

Imperialisme dan Klik Reaksioner Kuomintang pertama-tama telah digulingkan oleh kekuatan dari Klas Kaum Buruh dan Tani. Peralihan dari Demokrasi Baru ke Sosialisme tergantung terutama dari perserikatan antara dua Klas ini. Diktatur dari Demokrasi rakyat harus dipimpin oleh Klas Buruh, karena Klas Buruh adalah Klas yang paling tidak kacau pikirannya, paling adil, tidak egois dan dalam ukuran Revolusioner malahan paling Konsekwen. Sejarah juga membuktikan, bahwa Revolusi dengan tidak adanya pimpinan dari Klas Buruh pasti gagal. Tetapi dibawah pimpinan Klas Buruh Revolusi pasti akan menang. Dalam zaman Imperialisme tidak ada satu Klas dinegeri mana-pun yang dapat memimpin Revolusi menuju kemenangan. Hal ini dibuktikan oleh kenyataan, bahwa kaum Borjuis kecil dan Borjuis nasional Tiongkok sering kali memimpin Revolusi, tetapi selalu mengalami kegagalan lagi! .

TIGA POKOK PENTING

Dalam zaman dimana kita sekarang berada. Peran Borjuis nasional adalah sangat penting. Imperialisme masih merajalela dan merupakan musuh yang kejam. Masih diperlukan waktu yang agk lama untuk membentuk Tiongkok merdeka sungguh-sungguh dalam arti Ekonomis. Baru setelah industri Tiongkok sudah maju sedemikian rupa, hingga negara tidak tergantung dengan hubungan Ekonomis dengan negeri-negeri lain, orang dapat mengatakan Tiongkok mencapai kemerdekaan yang sungguh-sungguh dan bulat. Dalam ekonomi nasional Tiongkok sekarang ini, bagian dari produksi industri modern sangat kecil. Kita sekarang ini belum mempunyai angka-angka statistik yang dapat dipercaya sebagai ukuran, tetapi berdasarkan beberapa keterangan yang dikumpulkan dapat dikatakan bahwa industri modern di Tiongkok hanya memberi hasil 10% dari jumlah produksi dalam ekonomi negara kita.

Untuk menolak tekanan dari kaum Imperialis dan untuk memperbaiki keadaan ekonomi yang terbelakang dari Tiongkok, maka Tiongkok harus menggunakan Tiap-tiap perusahaan Kapitalis  didalam kota atau di desa, yang berguna bagi ekonomi nasional dan tidak merugikan tingkat kesejahteraan rakyat. Dalam perjuangan sekarang ini Tiongkok harus kerjasama dengan Borjuis nasional. Politik kita sekarang ini mengandung Pembatasan Kapitalisme tetapi tidak bermaksud memusnahkan Kapitalisme.Kaum Borjuis nasional biarpun demikian tidak boleh memegang kedudukan pimpinan dari Revolusi dan tidak boleh memegang pimpinan dalam negara. Sebab kedudukan  sosial dan ekonomis dari Borjuis nasional menentukan kelemahannya, kekurangan untuk mendapat pandangan yang tepat dan kurang keb! eranian serta menentukan, juga banyak dari wakil-wakilnya dihinggapi perasaan takut terhadap massa.

Dr Sun Yat Sen berseru, supaya “Massa dibikin sadar, yaitu berarti Kaum Buruh dan Tani harus di tolong!”

Tetapi siapakah yang harus membikin sadar dan membantunya? Menurut Dr Sun Yat Sen Kaum Borjuis kecil dan Borjuis nasional harus mengerjakannya. Tetapi dalam prakteknya hal itu tidak dapat dikerjakan. Pekerjaan dalam Revolusi selama 40 tahun dari Dr Sun Yat Sen tidak memberi hasil nyata. Sebab apa?

Karena di zaman Imperialisme kaum Borjuis kecil dan Borjuis nasional tidak dapat memimpin Revolusi yang sesungguhnya dengan mendapatkan hasil yang baik.  

Selama 28 tahun ini kami mendapat pengalaman-pengalaman lain. Kami telah mendapat banyak pengalaman penting dan yang paling terpenting ada tiga faktor:

·        Satu Partai yang mempunyai disiplin baik yang dipersenjatai dengan teori Marx, Engels, Lenin dan Stalin serta menggunakan prinsip selalu mengadakan oto-kritik dan yang berhubungan rapat dengan massa.

·        Adanya Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok yang dipimpin oleh Partai Komunis Tiongkok.

·        Satu Front Persatuan dari berbagai lapisan dan golongan Revolusioner dari masyarakat dibawah pimpinan Partai Komunis Tiongkok.

Inilah bedanya antara kami dan orang-orang yang mendahului kami. Karena kami berpegangan pada tiga factor ini, maka kami dapat memperoleh kemenangan melalui jalan yang sukar dan mengadakan perjuangan menentang kaum Opportunist kanan dan kiri didalam Partai. Apabila kami membuat kesalahan-kesalahan yang besar Revolusi akan mengalami kerugian yang besar. Kami selalu menarik pelajaran dari kesalahan-kesalahan dan kegagalan itu dan selalu menjadi lebih berpengalaman. Dengan berbuat demikian kami dapat menunjuk-kan pekerjaan yang lebih baik Tidak ada suatu Partai dan orang yang tidak pernah berbuat kesalahan, tetapi kami selalu mengemukakan syarat, bahwa kami harus mengurangi kesalahan-kesalahan. Apabila membuat kesalahan maka itu harus dibenarkan dengan lebih cepat dan teliti. Pengalaman kami dapat diringkas sebagai berikut:

Kekuasaan Diktatur dari Demokrasi Rakyat, didasarkan atas perserikatan buruh dan Tani dibawah pimpinan Klas Buruh ( dengan menggunakan Partai Komunis sebagai alat). Diktatur ini harus bekerjasama dengan kekuatan-kekuatan Revolusioner Internasional. Ini adalah Formula kami. Pengalaman dan program kami yang terutama.

Selama 28 tahun semenjak berdirinya Partai Komunis Tiongkok, kami telah melaksanakan satu kewajiban dan mencapai kemenangan yang menentukan dalam perjuangan Revolusioner. Ini adalah pengalaman yang cukup berharga untuk diperhatikan, Kemenangan Rakyat dari suatu negeri besar seperti Tiongkok. Tetapi masih ada banyak pekerjaan yang harus dihadapi. Apa yang telah kami selesaikan dizaman yang telah lewat hanya satu pekerjaan! dari satu perjalanan yang panjangnya 10.000 Miles. Kita masih harus menghancurkan sisa-sisa musuh dan kita menghadapi kewajiban berat dalam hal pembangunan ekonomi. Pekerjaan yang sudah biasa kami lakukan akan diakhiri tidak lama lagi dan kita akan menghadapi pekerjaan baru yang harus ditanggani dengan segera. Disitulah terletak kesulitan yang kita hadapi. Kaum Imperialis mengira bahwa kami tidak akan mampu melaksanakan kewajiban kita dilapangan ekonomi. Mereka memperhatikan secara teliti gerak-gerik kita dan selalu menantikan kegagalan  yang kita lakukan. Kita harus memenangkan segala kesulitan dan melaksanakan satu kewajiban yang sifatnya baru bagi kita semua. Dalam lapangan pekerjaan ekonomi kita harus belajar dari siapa-pun juga. Kita harus memperlakukan mereka  sebagai guru-guru kita dan harus belajar dari mereka. Kita jangan bersikap seolah-olah kita mengerti  dan dapat mengetahui segala hal, apabi! la ada hal-hal yang kita tidak mengerti dan tidak kita ketahui, kita harus menanggani pekerjaan ini dan kita akan dapat mengetahui cara mengerjakannya dalam waktu beberapa bulan atau beberapa tahun, yaitu 1, 2, 3 sampai 5 tahun. Pada permulaannya banyak orang-orang Komunis di Uni Sovyet tidak tahu cara bagaimana mereka harus bekerja dilapangan ekonomi, dan Kaum Imperialis pada waktu itu juga menanti mereka hingga menjadi bangkrut. Tetapi dibawah Partai Komunis, Uni Sovyet telah mencapai kemenangan. Dibawah pimpinan Lenin dan Stalin mereka bukan saja dapat mengerjakan pekerjaan Revolusioner, tetapi juga dapat melakukan pekerjaan membangun ( Konstruktif ). Mereka telah mendirikan negara Sosialis besar dan Termahsyur. Partai Komunis Uni Sovyet adalah guru kita yang paling baik, dan kita harus menarik pelajaran dari pengalaman mereka. Keadan Internasional dan keadaan dalam negeri sangat baik dari kita untuk bekerja. Kita dapat menaruh penuh kepercayaan untuk mempersatukan seluru! h rakyat kecuali golongan Reaksioner diseluruh negeri dan secara sungguh-sungguh berjuang kearah kemajuan untuk mencapai tujuan kita!”    .            

 

TAMBAHAN

SEJARAH TIONGKOK SETJARA SINGKAT

Sejak perang dunia ke II  berakhir, Tiongkok menarik perhatian dunia sangat besar sekali. Terutama sesudah Mao Tje Tung berhasil memimpin gerakan rakyat dan menyusun Front Persatuan Demokrasi Rakyat, yang akhirnya ternyata berhasil menggulingkan kekuasaan Diktatur Kuomintang, yang ternyata korup dan tidak mampu mempertahankan diri biarpun mendapat sokongan besar berupa uang dan  alat-alat dari Amerika Serikat. Politik Amerika Serikat di Tiongkok membuat sebagian kebijakan politiknya di Timur jauh telah mengalami kegagalan dengan terbentuknya Republik Rakyat Tiongkok dan berhasilnya Republik Rakyat tersebut mengkonsolidasikan kedudukannya secara cepat diseluruh dataran Tiongkok.

Tiongkok menjadi menarik perhatian dunia lebih besar lagi karena membuat goncang perimbangan kekuatan di Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB ) dan di Dewan Keamanan, terutama sesudah Inggris dan negara-negara lain mengakui Republik Rakyat Tiongkok. Delegasi Sovyet Rusia mengambil sikap keras untuk memprotes adanya delegasi Kuomintang dalam PBB dan Dewan Keamanan, sedangkan Kuomintang sudah bukan lagi pemerintahan yang syah di Tiongkok.

Tiongkok bukan saja mempunyai sejarah tua, yaitu berjalan hingga 2205 tahun sebelum hitungan Masehi dimulai tetapi Tiongkok merupakan satu pasar yang penting bagi negara-negara Industri, karena jumlah penduduk Tiongkok menurut hasil sensus tahun 1947 berjumlah 461.006.285. Provinsi Kiangsu, dimana terletak pelabuhan Shanghai mempunyai penduduk 36.469.285, sehingga tiap miles persegi menunjukkan sebagai jumlah penduduk paling padat diseluruh dunia.

Di Tiongkok terdapat 48.000.000 orang beragama Islam dengan jumlah Masjid 42.000 sedangkan jumlah orang beragama Katholiek ada 2.624.166 orang dan yang beragama Kristen Protestan ada 816.000 orang.

Tiongkok adalah suatu negara pertanian dan hasil pertanian tertua dan terkenal adalah daun Tea dan Sutra. Kekayaan alam yang terkandung dalam bumi Tiongkok sangat besar dan belum diketahui benar jumlahnya. Jumlah persediaan Batu Bara yang diketahui terdapat dikandungan perut bumi Tiongkok sebesar 243.669.000.000 Tons. Persediaan terbesar didunia. Selain itu bumi Tiongkok juga mengandung Besi, Timah, Wolfram, Bismuth dan sebagainya.

Tiongkok menjadi berbentuk menjadi negara Republik sesudah Revolusi dikota Wuchang telah berhasil, yaitu pada tanggal 10-10-1911. Republik Tiongkok diproklamasikan pada tanggal 1-1-1912. Dr SunYat Sen menjadi Presiden pertama dari Republik Tiongkok.

Tetapi untuk menjamin persatuan didalam negeri dan untuk mendapat sympati yang lebih besar lagi dari negara-negara besar ( Amerika, Inggris, dll ), maka Dr Sun Yat Sen menyerahkan kedudukan presiden pada Yuan Shih Kai, yang menjadi orang kepercayaan dan orang yang paling disenangi oleh negara-negara besar, karena jasanya pada Pemberontakan Boxer  di Peking pada tahun 1901. Dalam pemberontakan ini Yuan Shih Kai dikenal sebagai orang yang Pro negara Barat. Ternyata Yuan Shih Kai bermimpi untukmenjadikan dirinya Kaisar atas nasihat dari orang Amerika, ia hendak merobah bentuk Republik menjadi Kerajaan. Peristiwa ini memaksa Dr Sun Yat Sen menyusun kekuatan rakyat di Tiongkok Selatan dengan Kanton sebagai pusatnya.

1924 di Kanton Dr Sun Yat Sen memimpin konggres Kuomintang yang terpenting dan juga turut dihadiri oleh Partai Komunis Tiongkok untuk menentukan sikap bersama dan menyusun satu Front nasional. Sebagai akibat dari konggres ini Tentara expedisi ke utara, yang dipimpin oleh Chiang Kai Shek, sedangkan Chou En Lai dan Mao Tje Tung mendapat kewajiban untuk mengorganisir Kaum Buruh dan Kaum Tani didaerah-daerah yang akan dilewati oleh Tentara expedisi itu. Karena disokong oleh gerakan rakyat, maka Tentara expedisi itu telah mendapat hasil yang memuaskan dan berhasil menaklukan semua panglima-panglima perang          ( WarLord ) di utara dan mempersatukan Tiong! kok.

Tetapi ketika Shanghai dan Peking dapat dikuasai oleh Tentara expedisi, maka timbul-lah perpecahan hebat dan perang saudara hebat dimulai, karena Chiang Kai Shek mengambil tindakan yang sangat kejam terhadap orang-orang yang tidak menyetujui garis politiknya yang mau mengadakan Kompromi dengan Modal Besar dan Kaum Modal Raksasa asing.

1927-1937 Perang saudara pertama yang hebat dan melahirkan Tentara Merah, yang pada tahun 1937 dirubah namanya menjadi Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok.

Chiang Kai Shek dibantu oleh penasihat militer Jerman tidak mampu menindas Tentara Merah Tiongkok yang setiap harinya berjumlah semakin besar dan lebih kuat karena mendapat sokongan dan simpati dari rakyat, walaupun Chiang Kai Shek telah membunuh para pemimpin rakyat yang ditangkap dan berjuta-juta rakyat biasa. Sementara itu negara-negara besar mempunyai kepentingan besar di Tiongkok telah memberi dukungan pada Chiang Kai Sek tetapi dukungan ini hanya cukup untuk mencegah Chiang Kai Shek ambruk karena oposisi rakyat, tetapi tidak cukup besar untuk mengusir serbuan tentara asing, yang menjadi kawan sekutu negara-negara besar itu. Kekuatan yang demikian besarnya itu apabila dimiliki oleh Chiang Kai Shek dianggap dapat merupakan “bahaya” bagi kepentingan-kepentingan negara-negara besar asing itu sendiri, yang menganggap Chiang Kai Shek selalu membutuhkan ! “bantuan” dari mereka.

Akibatnya Jepang mulai memasuki wilayah dataran Tiongkok.

1931     Jepang menyerbu masuk di Manchuria.

1932     Jepang mendirikan pemarintahan boneka Manchukuo.

1933     Provinsi Jchol juga diserbu oleh Jepang.

1935   Tentara Jepang menyerbu masuk didaerah belakang Tembok Besar ( Great Wall )

1936   Chiang Kai Shek diculik oleh Gen. Chang Hsueh Liang dan dengan pertolongan Chou En Lai. Chiang tidak sampai dibunuh dan Chiang menyataka bersedia membentuk Front nasional melawan Jepang.

1937    Tanggal 7 juli insiden di Lukuchiao ( Marcopollo Bridge ) yang menimbulkan perang Tiongkok—Jepang.
           
              Akhir tahun 1937 Jepang menduduki Peiping dan lalu membentuk adanya “pemerintahan Sementara” dari Republik Tiongkok, yaitu satu Pemerintahan boneka.

1938   Sesudah merebut Shanghai dan Nanking, Jepang lalu mendirikan “Pemerintahan Boneka Tiongkok” yang dipimpin oleh Wang Ching Wei.

Pada tanggal 5 Agustus 1945 jepang menyerah kalah dan Tiongkok mendapat kembali seluruh wilayahnya berikut juga pulau Formosa. Tiongkok menjadi salah satu negara besar “One Of The Big Five” dan menjadi salah satu anggota Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan: Uni Sovyet, Cina, Amerika, Inggris, Perancis yang semuanya mempunyai hak veto. Dengan kedudukan yang baru ini, maka semua negeri besar yang tadinya mempunyai hak-hak istimewa di Tiongkok, yaitu “Hak Exterritorialities”, lalu menghapuskan hak-hak ini.

1944-1946 Timbul lagi Perang Saudara di Tiongkok, Amerika mencoba mendamaikan

1946    Pada bulan januari kedua belah pihak telah berhasil menimbulkan  adanya persetujuan untuk menghentikan segala permusuhan.Tetapi Chiang Kai Sek ternyata melanggar persetujuan ini.

1947      Timbul Perang Saudara hebat kedua kalinya dengan kesudahan Kuomintang digulingkan diseluruh Tiongkok.

1949     Tanggal 1 Oktober di Proklamirkan Republik Rakyat Tiongkok.