Mari Kita Berpanca Lebih

Wirana


Sumber: Bintang Merah Nomor Spesial, "Maju Terus" Jilid I. Kongres Nasional Ke-VII (Luar Biasa) Partai Komunis Indonesia. Yayasan Pembaruan, Jakarta 1963.


Kawan-kawan Pimpinan dan Kongres!

Sangat banyak persoalan yang penting sekali yang dikemukakan dalam Laporan Umum. Banyak kawan pembicara yang telah dan akan menyambutnya lebih lengkap persoalan-persoalan yang dikemukakan itu.

Saya sendiri hanya akan meninjau apa yang saya ingin lebih menggarisbawahi di antara sekian banyak soal-soal penting itu. Sebab, kawan pimpinan dan kawan-kawan sekalian, di mana laporan itu bertujuan memberikan beberapa penilaian yang perlu-perlu saja dan berdasarkan penilaian-penilaian itu menetapkan beberapa tugas urgen, saya dapat menyetujui pada umumnya penilaian-penilaian itu dan tugas-tugas urgennya.

Saya sepenuhnya membenarkan bahwa 4 semboyan pokok dari Kongres ke-6 kita harus dan akan tetap menjiwai dan menuntun kegiatan kita, Partai kita.

Semboyan-semboyan itu pula yang harus menjadi jiwa api yang menuntun pelaksanaan pengibaran Tripanji Partai dan Tripanji Bangsa.

Kawan-kawan Pimpinan!

Di bawah sinar kebenaran tersebut di atas, dalam meninjau keadaan dalam negeri, menonjol sekali kebenaran yang dirumuskan dalam laporan sebagai berikut:

“Tetapi selama belum ada pengubahan demokratis dalam sistem politik yang sepenuhnya mencerminkan kegotongroyongan nasional sesuai dengan Konsepsi Presiden Sukarno (pidato 21 Februari 1957) yang sudah lebih dari 5 tahun dituntut oleh rakyat pelaksanaannya, selama itu pelaksanaan dari segala yang sudah dirumuskan dengan baik dalam perundang-undangan dan garis-garis politik serta program-program pemerintah; bukan hanya tidak akan lancar jalannya bahkan pasti mengalami kegagalan!”

Betapa benarnya penyimpulan itu dibuktikan oleh pengalaman negara dan rakyat Indonesia sampai sekarang ini. Betapa banyak pendapat dan gagasan serta peraturan yang baik. Tetapi keadaan-keadaan yang hendak diatur dan diatasi oleh gagasan dan peraturan itu sampai sekarang ini seakan-akan mencemoohkan gagasan dan peraturan-peraturan itu.

Kawan Pimpinan dan sidang yang mulia! Mengapa kenyataan keadaan itu menyeringai terhadap gagasan dan peraturan-peraturan baik itu.

Rumusan bagian laporan yang saya cuplik tadi itulah jawabannya.

Ya, juga sesudah ada regruping Kabinet Kerja sekarang ini, saya sepenuhnya benarkan rumusan laporan yang berbunyi:

“Dengan demikian tetap tidak ada jaminan bahwa Plan Pembangunan 8 Tahun, Triprogram Kabinet dan Trikomando Rakyat tidak akan menjumpai rintangan-rintangan serius dari dalam dan dari luar aparatur negara, tetap tidak akan ada tindakan tegas dan tepat terhadap imperialisme dan feodalisme, terhadap mereka yang menyeleweng dan menyabot pelaksanaan Ketetapan-Ketetapan MPRS, Triprogram dan Trikomando Rakyat”.

Benar sekali, Kawan Ketua, dengan regruping ini rakyat tidak melihat tanda-tanda bahwa kehidupan rakyat tidak akan menjadi lebih buruk.

Bersamaan dengan itu saya garisbawahi rumusan-rumusan bahwa: adanya UU yang maju, gagasan yang maju, jika digunakan secara pandai dan maksimal dapat membantu melancarkan aksi-aksi rakyat.

Dan hasil tidaknya, bagaimana hasil pelaksanaan itu, tergantung juga pada perjuangan rakyat dan pertumbuhan perimbangan kekuatan. (Tepuk tangan).

Kawan-kawan Pimpinan!

Dalam rangka laporan mengenai situasi internasional saya sepenuhnya menyetujui garis sikap dan pendirian, bahwa Partai kita adalah bebas dan mempunyai hak sama, saling menyokong dengan Partai-Partai Marxis-Leninis lainnya, dan bahwa Partai kita bertanggung jawab kepada kelas buruh dan rakyat pekerja Indonesia, kepada seluruh gerakan kelas buruh dan Komunis sedunia.

Kawan-kawan Pimpinan!

Dalam laporan bidang Partai saya dapat lebih singkat lagi, saya ajak seluruh kawan-kawan untuk, sekembalinya kita di daerah masing-masing, untuk dengan teliti mempelajarinya, mendiskusikannya, menguasainya, dan melaksanakannya.

Barangkali saya akan disebut berlebih-lebihan jika saya katakan: setiap alinea dari laporan itu harus diperlakukan demikian. Tapi resiko itu saya mau pikul. (Tepuk tangan).

Kawan-kawan dan kawan Pimpinan!

Pada akhir sambutan saya ini, izinkanlah saya berseru bersama Kawan Ketua dalam laporannya:

Kita harus melaksanakan Panca (5) Lebih

Lebih berani,

Lebih pandai,

Lebih waspada,

Lebih gigih,

Lebih tekun.

Marilah kita berpanca lebih! (Tepuk tangan).